Archive for May 15th, 2007

15
May

what’s next ‘n who’s next?

x telah berhasil m

Y telah berhasil c

then, who’s next? you?!

hihihihi.. klo baca itu merasa bersemangat dan tertantang g’? klo d’masih “normal” sih iya… tapi klo sekarang malah jadi eneg. tringat dengan sesuatu dan beberapa orang yang memuakkan…. knp? ada ceritanya sendiri.. :D

d’anggep orang yang berkata2 spt di atas itu, (yang ada who’s next ato what’s next) bermksud untuk memancing atensi orang. klo who’s next, bermaksd bikin penasaran + juga nantang orang u/ bisa jd yang berikutnya. klo what’s next, biasanya bikin orang penasaran apa yang akan diberikan atau dilakukan (lg) oleh pnulis, pengucap atao pe-xxx atas kata2/tulisan what’s next… wlopun gtu, what’s next ‘n who’s next tetep bisa menghasilkan persepsi lain. yang sekarang ini cuma persepsi d’seorang…

nah, d’punya masalah sama kata/tulisan “what’s next”  in. gara2nya sih sepele. jadi ada seseorang, sebut saja namanya nila, sering banget bilang gtu. dulu d’dan beberpa orang teman + nila ini kan berada 1team yah… lembaga organisasi gtu d.. jadi kita dituntut untuk menghasilkan/memberikan sesuatu kpd angota yang lain. nah.. klo kita berhasil mencapai sesuatu (klo blh disebut mencapai), nila ini pasti bilang “what’s next?” trus disertai ceramah panjangnya yang g’jelas. akhirnya setelah itu, kita bikin berbagai rencana untuk dilkukan slanjutnya sebagai bentuk realisasi dari “what’s next”. klo ngeliat kita lg lemes, si nila ini kadang berbicara ttg orang2 terkenal trus diakhiri dengan perkataan “who’s next?”

Mungkin ada banyak rencana  yang berhasil kami telurkan bersama. tapi yang berhasi ditetaskan cuma beberapa. bisa dibilang dari 10 telur, yang menetas cuma 1. yang namanya kami  juga semakin banyak yang g’peduli. beberpa hanya menyandang gelar petelur, tp g’pernah ikut menelurkan telur. oleh karena itu kekecewaan menyelimuti d’, ditambah lagi teriakan dan sindiran d’g'pernah di denger. harus sampe nagis2 dl baru didenger. akhirnya d’jg ikut malas bertelur. lama2 d’jarang ikut merapat di kandang. hingga akhirnya d’menemukan rumah baru yang lebih nyaman ‘n memilih tuk pergi dari kandang lama.

d’memang memiliki sifat  melankolis yang dominan. jadi d’kurang nyaman klo ada sesuatu yang g’berjalan sesuai rencana ato ada yang g’sesuai harapan d’.. rasa ketidak nyamanan itu trus bertumpuk hingga akhirnya d’milih lebih baik pergi…