Entah kenapa, kita(cewk) sptnya hobi banget ngorek2 masa lalu pasangan. Padahal itu Cuma bikin sakit. Iya gak sih? Perasaan cemburu, kesal, aarrrrggghhhh..!!! but hey! Itu masa lalu kan? Untuk apa dipermasalahkan? Yang sudah ya sudah. Dibahas sejumlah bintang-bintang di langit pun gak akan pernah ada habisnya, gak akan ngubah keadaan, itu SUDAH terjadi!
Aku, gak munafik sih.. aku juga suka melakukan itu. Tapi seiring waktu, hemm.. entah mungkin karena udah bilangan taun kali ya, jadi saya bosan! Hahahaha.. dan pikiran saya jd agak sedikit terbuka
dulu sih, hobi tuh ‘melukai’ diri sendiri bahkan jadi brantem2 gak jelas. Setelah kupikir2.. yah.. ngapain sih dibahas2 lagi. Yang penting kan yang sekarang. Itu kan masa lalu. Kita bisa jadi spt skarang ini kan karena adanya masa lalu. Mungkin, seandainya dia tidak melewati masa itu dia gak akan menjadi spt sekarang yang kita kenal.
Aku juga jadi blajar ikhlas untuk bisa menerima dia apa adanya. Aku bercermin, hey.. aku juga ternyata banyak kurangnya, masa laluku juga gak lebih bagus dari pasanganku. Kita sama, memiliki masa lalu yang mungkin klo sama2 diingat, itu menyakitkan. Kita sama2 pernah namanya merasa sakit, terkhianati.. untuk apa melukai diri sendiri (dan juga dirinya tentunya) lebih dalam lagi. Yang sudah, sudah.. untuk apa terpaku pada masa lalu. Lebih baik memandang ke depan. Apa yang kita lakukan sekarang, menentukan masa depan kita nanti
Merah, hitam, kelabu masa lalunya, adalah warna2 yang membentuk dia, yang aku kenal sekarang. Bukankah segalanya akan lebih indah jika kita bisa menerima masa lalu, yang akan dan sedang terjadi pasa pasangan? Memang sulit, tapi kita pasti bisa blajar untuk lebih menerima dan memahami pasangan seutuhnya. Tsaaaahhh!!! Ngemeng epe seh gue.. *koprol*
Masa lalu bukan untuk dipandangi, disesali atau sekedar untuk dikenang. Masa lalu itu ada, untuk kita ambil plajarannya. Supaya ke depannya kita bisa lebih baik lagi. Jadi Kalaupun mengorek masa lalu pasangan, pergunakanlah informasi tersebut dengan sebaik mungkin. Tarik plajaran yang bisa diambil, jangan hanya bisa tenggelam dalam rasa sakitnya saja. Terima, dan maafkanlah masa lalunya yang mungkin tidak bisa kita terima. Itu akan membantu kita jadi lebih kuat menghadapi semuanya. Toh bagaimanapun, dia sudah menceritakan dengan jujur. Aku yakin, pada saat menceritakan masa lalunya yang ia tau bakal membuat kita merasa tidak nyaman, ia-pun merasa tidak nyaman. Tapi setidaknya ia tetap bercerita dengan jujur, hargailah kejujurannya itu ^^

Cieeh… Sepertinya ada yang jadi lebih dewasa neh ^^
Nice Post
hahaha.. amiiinn..
terimakasih mas.. ^^
Puss… nice post ^^
aku suka kata2mu yang ini, “Merah, hitam, kelabu masa lalunya, adalah warna2 yang membentuk dia, yang aku kenal sekarang. ”
Pus.. kangenn… dirimu apa kabarnya??
ahahaha.. makasi dhik.. sory baru bisa bales.. hehehe…
yah, kpan2 kita chat lg aja ya ^^
seteLah baca ,, udah agak mendingan nih perasaan Qu .. thx ya ….
terima kasih sdh menyempatkan baca ya..
Aku bercermin, hey.. aku juga ternyata banyak kurangnya, masa laluku juga gak lebih bagus dari pasanganku. Kita sama, memiliki masa lalu yang mungkin klo sama2 diingat, itu menyakitkan…
Gmn.. klo cmn masa lalu pasangan yg hitam, gelap gulita.. smtra masa lalu kamu msh kyk kertas putih polos… hehehe
well, aku tinggal menentukan, warna apa yang bakal aku torehkan di kertas putihku. Sejarah apa yang mau kutinggalkan. Idealnya aku ingin meninggalkan warna2 cerah yang menyenangkan pada lembaran hidupku. hehehe..
wow thanks, lagi nyari-nyari referensi menerima masa lalu pasangan dpt artikel ini, cukup mencerahkan
sama2.. semoga bisa bermanfaat
huuuufff… tHank you sist..
sdg butuh dukungan nih..hehe