Archive for October, 2011

30
Oct
11

Mengetahui ‘pasang-surut’ Hubungan Suatu Pasangan

Berawal dari memperhatikan diri sendiri juga orang-orang di sekitarku, terutama yang berada di dunia maya, aku menarik sebuah kesimpulan bahwa: Kita bisa mengetahui pasang surut hubungan suatu pasangan dengan melihat aktivitas di situs jejaring sosialnya :mrgreen:

Kalau hubungan suatu pasangan lagi ‘hangat’ atau katakanlah ‘pasang’, biasanya mereka sering (mungkin tanpa sadar) menyebut nama pasangannya dalam status ataupun seringkali membahas sesuatu yang berhubungan dengan pasangannya, atau juga berinteraksi dengan cukup intens di dunia maya (misal saling berbalas twit atau komen-komenan di Facebook). Nah, kalau lagi ‘surut’ atau ‘dingin’, yang terjadi kebalikaannya. Mungkin aku bisa terbilang jarang buka facebook dan memperhatikan updatepan teman-teman lain, jadi perubahan-perubahan dari setiap pasangan lebih terasa :mrgreen:

Biasanya, orang-orang yang baru jadian sampai rentang sekitar 3 bulan, itu lagi anget-angetnya. Twitter, facebook isinya yang berhubungan dengan pasangannya. Kadang ini juga bikin risih, beberapa pasangan kadang terlalu menunjukkan kemesraannya secara berlebihan (menurutku). Akhirnya malah bikin (aku) yang baca ‘geli’ sendiri. Aku pernah mengunfollow seseorang karena menurutku dia terlalu ‘mesra’ dan entah kenapa aku merasa dia melakukan itu tanpa perasaan benar-benar sayang (Makanya bacanya jadi sangat ‘geli’) Ternyata feelingku bener, beberapa waktu kemudian dia sudah ganti pasangan baru (lagi) -.-’ *yang kayak gini ini kan yang bikin malu. Udah mesra-mesra berlebihan taunya gak jadi.

Aku juga tidak memungkiri sih, aku sendiri suka menunjukkan kemesraanku sama pasangan di dunia maya –situs jejaring sosial. Tapi karena apa yang sudah kurasa dari melihat kemesraan orang lain, yang bisa membuatku geli sendiri, aku jadinya berusaha untuk pamaer sewajarnya :P Walau yah, parameter orang kan beda-beda ya, mungkin aku pamer ‘segitu’ juga ada yang tidak suka denganku :mrgreen:

Mendengar curhat teman juga, aku semakin sadar, kadang menunjukkan kemesraan di dunia maya juga bisa bikin seseorang atau lebih merasa tersakiti, dan mungkin akhirnya jadi mendoakan sesuatu yang jelek untuk kita dan pasangan kita (misalnya didoain hubungannya jadi kandas) Jadi intinya, berhati-hatilah kalau mau pamer kemesraan dengan pasangan di dunia maya ;)

Oke, kita kembali ke topik tentang ‘pasang-surut’ tadi, selepas 3 bulan biasanya intensitas kemesraan menurun. Waktu lagi hangat, mungkin hamir setiap hari (bahkan setiap saat) pasangannya akan disapa di situs jejaring sosial. Mulai dari sekedar mengucapkan selamat pagi bahkan sampai mengingatkan untuk melakukan sesuatu :lol: Selepas bulan ketiga, intinsitas ini menurun. Dari yang tadinya hampir setiap hari menyapa pasangan setiap hari, jadi hampir seminggu sekali atau mungkin sebulan sekali, atau malah tidak ada sama sekali :P Bahkan menurutku, kadang komentar-komentar/reply-an yang diberikanpun terkesan dingin atau sekenanya. Tapi ini biasanya berlaku untuk pasangan yang menjalani hubungan jarak dekat. Berbeda lagi dengan pasangan yang menjalani hubungan jarak jauh(LDR).

Pasangan yang menjalani hubungan jarak jauh, umunya ‘grafik pasang surut’ lebih tidak menentu dan tidak bisa diprediksi. Grafik pasangan LDR tuh seperti roller coaster! Naik, turun, bahkan meliuk-liuk :lol: Sangat berbeda dengan pasangan jarak dekat yang grafiknya cenderung bisa diprediksi juga cenderung ‘stabil’.

Pada pasangan LDR, naik turunya grafik bisa dipengaruhi banyak hal. Misalnya kejutan-kejutan kecil (biasanya berupa paket cinta :P ), ataupun pertemuan singkat (namun berkesan :P ). Biasanya pasangan LDR setelah mengalami hal-hal itu, grafik ‘kehangatan hubungan’ akan naik. Nah, seandainya lama tidak jumpa dan dalam rentang waktu itu tidak ada ‘bumbu’, pelan-pelan grafik ‘kehangatan hubungan’ menurun. Itu berdasarkan apa yang kulihat (juga kualami) sih.. :lol:

Sepertinya ini bisa dijadikan riset deh kalau mau diseriusin :lol: Riset untuk meramalkan keadaan hubungan suatu pasangan *ngakak menggelundung* Soalnya bukan apa-apa, kadang pasangan yang menjalani hubungan itu sendiri tidak menyadari perubahan yang terjadi pada hubungannya.Tidak sadar pelann-pelan hubungan yang dijalani menjadi hambar. Justru yang seperti ini kan yang bikin kemungkinan kandasnya suatu hubungan semakin besar. Seandainya mereka bisa mengukur tingkat ‘pasang-surut’ dalam hubungan yang mereka jalani, dan mengatasinya bersama, kemungkinan untuk kandas sepertinya bisa ‘ditekan’ :cool:

Nah, jadi apakah ada yang mau melakukan riset lebih mendalam atas hipotesaku ini? :lol:

29
Oct
11

Foto yang Berkesan Bagiku

Am Flying to You

Postingan kali ini terinspirasi dari salah satu thread di Forum NGI. Sesuai judul, tentang foto yang berkesan. Tadinya terpikir untuk ikut mereply dengan foto ini. Tapi karena kurasa alasanku bakal panjang, sptnya lebih enak di post di sini aja deh :mrgreen: – alasan lain gak ngereply di forum sih karena malu. Soalnya alasan kenapa foto ini berkesan sepertinya bakal terkesan lebay :lol:

Foto ini aku ambil dari dalam pesawat Wings Air, penerbangan Lombok-Surabaya tanggal 15 Oktober 2011. Kurasa waktu itu aku sudah berada di atas tanah jawa, tapi aku tidak tau koordinat tepatnya berapa. Foto ini diambil sekitar jam 5-6 sore.

Kenapa foto ini berkesan bagiku? Begini ceritanya.. (keliatannya bakal cerita panjang ya :lol: )

Aku menjalani hubungan jarak jauh dengan ehm, insyaAllah calon suami :P Sudah hampir 6 bulan kami tidak bertatap muka. Dan tanggal 15 Oktober kemarin ini, alhamdulillah kami bertemu. Ini perjalanan ‘termahal’ pertamaku. Untuk pertama kalinya aku benar-benar menggunakan uang hasil keringatku sendiri untuk terbang jauh, melintasi provinsi juga zona waktu yang berbeda, hanya untuk berjumpa dengan orang yang kusayangi :oops:  *tsaaaaahhh.. lebaaaaayyyy :lol:

Semakin mendekati hari keberangkatan, perasaanku makin gak tenang. Apalagi saat berada di dalam pesawat dan merasa aku semakin dekat dengan kota tujuan. Perasaanku campur aduk antara senang juga khawatir -rasa khawatirnya lebih kuat. Aku khawatir apakah perjalanan ini akan sesuai dengan harapanku. Semakin dekat waktu jumpa, logikaku justru bekerja semakin giat ketimbang perasaanku. Aku merasa tujuan perjalananku ini tidak masuk akal. >.<*bayangkan! hanya karena cinta! :lol:

Aku juga takut, bagaimana seandainya ternyata dia atau bahkan aku berubah. Bagaimana kalau ternyata aku datang jauh-jauh dan tidak bisa menghadapi perubahan yang telah terjadi selama kami berpisah? Aku merasa tidak siap menghadapi itu. Aku tidak siap menghadapi perubahan yang terjadi padanya atau mungkin juga aku. Kekhawatiranku terutama adalah, apakah dia masih seperti yang aku kenal? Aku takut!

Foto ini adalah titik balik dari semua kekhawatiranku (yang tidak masuk akal). Kebetulan waktu itu posisi pesawat sedang miring (mungkin pesawatnya tengah berbelok), dan jepret! Terabadikanlah momen ini.

Entah kenapa waktu melihat hasil jepretan ini, tiba-tiba terasa muncul harapan baru. Aku berdebar-debar, tidak sabar untuk segera jumpa, dan ingin segera mementahkan segala kekhawatiranku. Aku ingin bisa segera melepas rindu :P –Oke, sebenarnya masih ada sedikit rasa khawatir. Tapi (kurasa) pikiranku mulai waras. Kupikir, jika kekhawatiranku terjadi, mungkin memang itulah yang sebaiknya terjadi. Bagaimanapun, aku harus siap, harus berani, dan juga siap menerima perubahan-perubahan yang mungkin saja terjadi. Lagipula, bukankah itu sudah menjadi salah satu resiko menjalani hubungan jarak jauh? ;)

Tanpa kusadari juga, begitu melihat foto ini, sebuah judul langsung terlintas di otakku “am Flying to You”  Tidak pernah terjadi sebelumnya. Bahkan seingatku, sebelumnya aku tidak pernah memberi judul pada foto-foto yang pernah kuambil. Kalaupun terpaksa harus  memberi judul, biasanya diawali dengan berpikir keras terlebih dahulu. Itupun biasanya berujung hanya semacam keterangan foto >.<

Begitu menginjakkan kaki di bandara, setengah berlari aku langsung menuju pintu keluar –kebetulan gak bawa bagasi. Di pintu keluar, aku bisa melihat akaiku sudah menanti. Melihat senyumnya yang menyambutku, aku tau segala kekhawatiranku itu tidak berarti. Dan memang terbukti, hingga akhirnya aku harus kembali ke Lombok, aku benar-benar sangat menikmati saat-saat yang kulalui bersamanya. Walaupun demikian, memang ada sedikit perubahan-perbedaan pada kami. Tapi alhamdulillah kami bisa mengatasinya :)

Nah, kepada para LDR lover yang lainnya, tetaplah berjuang! Mari kita sama-sama saling mendoakan, semoga jarak yang ada akan berakhir di satu titik, di pelaminan ;) *amiiiiinnnn…. * dan percayalah kalau emang jodoh, gak bakal kemana. Kalopun akhirnya harus kandas, mungkin memang itu yang sebaiknya terjadi. Karena bagaimanapun, Tuhan lebih tau apa yang terbaik untuk kita :)

28
Oct
11

Ternyata, di Surabaya juga ada Planetarium!

Museum Loka Jala Crana

Jauh hari sebelum ke Surabaya, aku cari-cari info tentang event apa aja yang kira-kira menarik yang bakal ada di Surabaya saat aku berkunjung. Selain itu juga merencanakan aku sama Akai-ku mau jalan-jalan ke mana aja selama aku di Surabaya. Iseng, aku cek situs http://www.transsurabaya.com/ dan memilih kategori Museum. Awalnya sih cukup PD sudah mengunjungi semua museum yang ada di Surabaya. Eh ternyataaa.. masih ada dua yang belum pernah aku kunjungi, yaitu Museum Rudi Isbandi dan Museum Loka Jala Crana.

Entah kenapa aku kurang tertarik untuk mengunjungi Museum Seni Rupa. Mungkin karena museum itu merupakan rumah pribadi(terletak di lantai 2), khawatir ketemu sama pelukisnya langsung. Secara aku kurang begitu paham(juga tertarik >.<) mengenai seni lukis, jadi khawatir misal ketemu pemiliknya langsung, malah jadi gak enak. :mrgreen:

Berbeda dengan Museum Loka Jala Crana, aku semangat! Kenapa? Soalnya ini museum milik TNI-AL. Liat daftar koleksinya juga aku tertarik, soalnya aku merasa hal itu akan menyenangkan akai-ku. Selain itu, aku sangat bersemagnat karena ternyata di dalam Museum ini juga ada Planetarium-nya! Awalnya yang Cuma semangat biasa, begitu tau ada Planetarium  langsung berubah jadi semangat yang berapi-api pengen mengunjungi Museum ini :mrgreen:

Sehari setelah perjalanan kilat mengelilingi Madura(tanggal 17 Oktober 2011), kami langsung mengunjungi Museum Loka Jala Crana. Itupun pake acara tersesat dulu. Soalnya kami memang kurang tau lokasi tepatnya di mana. Berbekal pengetahuan bahasa Indonesia yang sudah kami kenal sejak lahir, kami bertanya-tanya pada orang-orang sekitar. Alhamdulillah, sekitar jam 12 kami tiba di Museum. Waktu itu aku khawatir kunjungan kami bakal jadi terburu-buru. Soalnya berdasarkan info dari situs transsurabaya, Museum tutup jam 2 siang. *untungnya nggak. Malah lebih dari jam 2 pun museum masih beroperasi.

Waktu itu aku awalnya ngerasa agak segan-segan gimana gitu. Soalnya Museum ini dikelola langsung sama TNI-AL. Jadi ngerasa agak serem gitu. Tapi ternyata di sini berlaku pepatah “don’t judge a book by its cover” :P Bapak-bapak di sini ramah-ramah semuuuaaaaaa… ^^

Oya, ternyata untuk mengunjungi museum ini prosedurnya agak berbeda dari kebanyakan museum pada umumnya. Apalagi kalo mau masuk ke Planetarium. Sebelumnya harus ngurus semacam perijinan dulu. Dan untuk masuk ke Planetarium, harus rombongan (biasanya minimal 10 orang). Tapi alhamdulillah waktu itu kami dapat kemudahan. Kami Cuma berdua (dan mendadak pula), bisa mengakses seluruh fasilitas museum! Alhamdulillaaahhh.. sesuatu banget deh.. :mrgreen:

Saat kami datang, sudah ada rombongan yang masuk planetarium. ‘Pertunjukan’ di dalam planetarium tidak mungkin diputus begitu saja dengan membukakan pintu dan membiarkan kami berdua masuk (cahayanya ganggu woy!). Jadi kami disarankan untuk bergabung dengan rombongan selanjutnya yang akan mengunjungi Planetarium juga. Tapi ternyata rombongan berikutnya akan datang pada sore hari. Mungkin bapak yang tugas kasian ngeliat kami jauh-jauh, panas-panas, juga mungkin tampak lelah (klo tampak, ini pasti sisa lelah karena perjalanan kilat di Madura sehari sebelumnya :lol: ), akhirnya lagi-lagi kami diberi kemudahan. Kami bisa memasuki planetarium itu berdua aja! *oke, tepatnya 3. Soalnya ada bapak petugas juga :lol:

Aku salut sama bapak petugas di Planetarium (yang aku lupa namanya! :( ) Walau Cuma ‘melayani’ kami berdua, beliau tetap memberi penjelasan dengan semangat. Tidak tampak sama sekali wajah yang menunjukkan keberatan untuk memberi penjelasan kepada kami berdua. Mungkin gini kali ya kalo kerja pake hati. Hehehe.. ikhlaaasss..

Beliau(petugas di planetarium) cukup banyak memberi penjelasan mengenai perbintangan selama ‘sehari semalam’. Sedangkan kami, asik tidur-tiduran di lantai memandangi bintang sambil mendengarkan penjelasan beliau :mrgreen: Tapi dari sekian ilmu perbintangan yang diberikan, mungkin tidak sampai 5% yang berhasil masuk ke otakku. Aku lebih asik berkonsentrasi menatap bintang-bintang :lol:

Aku baru tau lho, ternyata di Surabaya juga ada planetarium. Sebelumnya kukira planetarium Cuma ada di Jakarta. Ternyata aku salah besar, ternyata Indonesia punya 3 Planetarium. Satu di Jakarta, satu di Surabaya, dan satu lagi di Tenggarong. Alat yang ada di Surabaya terbilang sudah cukup tua(buatan tahun 1968 dari Jerman) jadi hasil proyeksi bintangnya kurang begitu bagus. Etapi Ini kunjungan pertamaku ke Planetarium, jadi aku gak bisa bandingin sama planetarium lain. Hehehe…

Planetarium ini juga ternyata masih dipakai belajar oleh Akademi Angkatan Laut-AAL (lokasinya memang berdekatan). Dan aku dengan oonnya, baru ngeh ternyata di alam bebas khususnya di tengah lautan, navigasi tidak terbatas sekedar Utara-Selatan Barat-timur. Tapi lebih kompleks dari itu. Makanya planetarium tersebut juga dipakai belajar oleh AAL terutama dalam hal navigasi. Hehehe..

Mungkin sekitar setengah jam kami habiskan di dalam planetarium. Sehari semalam yang terasa sangat singkat tapi sangat berkesan :D

Selanjutnya, kami melihat-lihat koleksi museum yang dipamerkan. Koleksi di sini menurutku cukup lengkap juga terawat. Apalagi kalo dibandingkan dengan Museum 10 Nopember –Tugu Palhawan >.< Terutama untuk koleksi yang dipamerkan di ruang terbuka. Di Museum ini, koleksi-koleksi tersebut(yang dipamerkan di ruang terbuka) asik banget buat ‘teman’ foto narsis :lol: Tapi bodohnya, ternyata aku membawa camera tanpa memory card! Jadi foto-foto Cuma via HP dan dibawah terik matahari pula! Jadinya apa yang ada di layar HP tidak jelas keliahtan, maka jepretnyapun pake feeling. Oleh karena itu, hasilnya juga ya sesuai feeling :lol:

Ini foto favorit Akaiku. :lol:


28
Oct
11

mbolang kilat ~ madura [part 2/end]

Sesuai janji di postingan sebelumnya, di postingan kali ini aku bakal cerita tentang perjalanan pulang yang kutempuh. Waktu itu juga sebenarnya agak berat gitu sih mau balik Surabaya. Masih ada yang pengen dikunjungi. Jadi awalnya, waktu ngerencanain bakal keliling Madura 2 hari 1 malem, kami berencana di Sumenep bakal main ke Pantai Lombang sama pantai Slopeng juga.. hehehe.. Tapi ya, gimana ya.. :mrgreen:

Aku tidak begitu ingat masalah waktu. Kalau tidak salah, sekitar jam 2 siang kami mulai tancap gas, cabut dari Sumenep. Tapi kami gak langsung menuju Surabaya gitu aja sih, mampir-mampir dulu :mrgreen:

Di daerah Pamekasan, kami mampir ke Tambak Garam Pademawu. Sungguh pemandangan yang sangat ‘asin’. Asin karena melihat garam bertebaran, juga asin karena keringat yang bercucuran :lol: (madura panas betul bo’!)

Di tambak garam ini, kami sempat ngobrol-ngobrol sama para petani garam. Mereka ramah banget! Bahkan kami ditawari untuk membawa sebotol aqua berisi garam :lol: Kami juga diperbolehkan lho nyobain niru kegiatan mereka saat panen garam. Aku nyoba ‘ngeruk’ tambaknya ternyata berat juga ya.. hehehe..

Tambak Garam Pademawu

Dari petani garam di Tambak ini juga aku jadi sedikit dapat gambaran tentang dunia pergaraman. Dalam sebulan, 1 petak tambak bisa dipanen dua kali(berbeda lagi kalo musim hujan >.<). Pengisian air ke petak-petak tambak ini juga cukup unik (menurutku). Selama ini aku Cuma pernah main ke tambak udang/bandeng/kepiting (ini juga Cuma yang di seputaran Surabaya sih). Di tambak-tambak yang pernah aku liat itu, pengisian air di setiap petak tambak biasanya pake sistem ‘buka-tutup’. Tapi kalau di tambak garam- Madura, bisa dibilang pake sistem semacam pompa. Itupun pompanya mengandalkan tenaga angin. Jadi berasa seperti di Belanda gitu deh, ngeliat kincir angin bertebaran :lol:

Di antara petak-petak tambak, ada semacam rumah-rumahan. Ternyata rumah ini merupakan gudang penyimpanan garam untuk sementara. Jadi garam hasil panen untuk sementara disimpan di ‘rumah’ ini. Nanti akan dimasukkan ke dalam karung-karung yang kemudian akan diborong pengepul.

Aku sangat terkesan sekali dengan keramahan yang ditunjukkan para petani garam ini. Kesan orang Madura galak-galakpun dengan sendirinya luntur di mataku. Hehehe.. :mrgreen:

Selepas dari tambak garam, kami mengunjungi tebing-pantai Jumiang. Kebetulan aku ada janji untuk bertemu dengan sahabatku yang sudah lama tidak jumpa :’) Sialnya, saat di tebing Jumiang, batt cameraku habiiiiissss :sad: jadi tidak terlalu banyak foto-foto. Padahal kan udah lama gak ketemu. Pengen foto-foto buat kenangan. Soalnya gak tau kapan bisa ketemu lagi :cry:

Di Tebing Jumiang

Di waktu super singkat itu, kami saling bertukar kabar dan sahabatku ngajak mampir sebentar ke pantai Jumiang, tempat budi daya rumput laut. Tapi aku gak terlalu merhatiin juga sih, asik ngobrol sama sahabatku. Hehehe.. lagipula waktu itu sore hari. Tidak terlalu banyak yang bisa dilihat. Waktu itu Cuma tampak 3 orang yang tengah sibuk ‘panen’ rumput laut. Menurut sahabatku, biasanya ‘panen’ rumput laut paling ramai dilakukan saat pagi hari. Itulah kenapa di sore hari tampak sepi.

Sahabatku itu cukup pengertian. Khawatir aku & akaiku bakal kemalaman di jalan, dia segera mengusir kami untuk kembali ke Surabaya :lol:

Sekitar jam 6 sore, kami cabut dari Pamekasan, ngejoss menuju Surabaya. Daaaaaannnn… itu merupakan perjalanan panjang yang melelahkan, membosankan dan juga, horor! Jadi kan jalannya lurus-lurus aja, bikin cepat bosan juga ngantuk. Udah gitu kabarnya daerah tersbut cukup rawan. Soalnya ada beberapa tempat, terutama jalan dari Sampang menuju Bangkalan, jalannya rusak juga tidak ada lampu! Beneran kerasa horornya! Gelap-gelap, orang-orang pada ngebut (kami juga sih), terus melewati semacam hutan yang jalanannya rusak. Itulah kenapa aku sangat tidak menyarankan kegitan kami ini ditiru. Benar-benar berbahaya! Alhamdulillah, kami berhasil sampai Surabaya dengan selamat. Sekitar jam 9malam kami sudah di kamar kos masing-masing (aku di kosan adek :D ). Sampai di kos, mandi terus langsung tepaaaarrrr… :lol:

Oya, kalo mau liat foto-foto lain, bisa coba liat di album fb sini aja ya.. hehehe..

24
Oct
11

Mbolang Kilat ~ Madura [part 1]

PERINGATAN: Kegiatan (kami) ini sangat tidak disarankan untuk ditiru!

Jembatan Suramadu

Dalam rangka memperingati dan *ah sudahlah, kurasa pendahuluan semacam itu tidak penting. Kita langsung menuju inti saja ya? :mrgreen: Intinya, tanggal 16 Oktober 2011 kemarin ini, aku melakukan perjalanan seru ke Madura. Semacam tur kilat gitu deh. Tentu saja bersama Akai-ku. Perjalanan ini merupakan rencana spontan (dan tentu saja agak tergesa-gesa :P ) Jadi tidak sempat menggalang massa untuk diajak serta *selain juga alasan bingung, kira2 teman perjalanan yang seperti apa (lebih tepatnya siapa) yang bakal cocok dengan kami, mengingat perjalan ini agak sedikit mendadak dan tampak kurang terorganisir dan  kemungkinan perjalanan yang kami tempuh termasuk ‘keras’.

Aku & Akai memang sering melakukan hal-hal bersama secara spontan (dan tidak jarang kami dianggap gila gara-gara itu). Perjalanan kali ini salah satunya. Kami berencana untuk berkeliling Madura dengan menggunakan motor selama 2 hari 1 malam. Tapi karena tidak ada peserta lain (hanya berdua) maka kami (lebih tepatnya aku >.<) kesulitan mendapat ijin menginap *ijin dari ortu :mrgreen: Oleh karena itu, kami-pun tetap berusaha untuk bisa benar-benar menggila selama 1 hari di Madura!

Tentu saja rencana yang tadinya 2 hari jadi 1 hari ini memaksa kami membuat perubahan rencana di sana sini. Beberapa destinasi terpaksa kami hapus dari rencana. Kami tetap bertekad (atau mungkin nekat?) untuk bisa menjelajah sebagian besar P.Madura dalam 1 hari. Jadi, kami berencana untuk pulang pergi dari Surabaya hingga Sumenep dan daerah-daerah di sekitarnya dengan menggunakan motor.

Dari Surabaya, kami berangkat jam 6 pagi. Tempat pertama yang kami kunjungi adalah Waduk Klampis di Sampang. Kami tiba sekitar pukul 8. Sayangnya karena hujan belum juga singgah di Madura, waduk menjadi tampak kering. Padahal menurut Akai-ku, jika waduk terisi penuh air, pemandangannya cukup indah.

Waduk Klampis

Pada saat kami mengunjungi Waduk tersebut, tampak beberapa orang juga tengah asik berada di waduk. Ada yang memancing, ataupun sekedar mengobrol. Karena waktu kami hanya sempit, kami hanya berjalan-jalan sebentar di Waduk. Mungkin hanya sekitar 15 menit. Lagipula, kami tidak berani jauh-jauh meninggalkan motor yang tanpa penjagaan.

Sewaktu kami menghampiri motor hendak melanjutkan perjalanan, aku merasa ada sesuatu yang janggal. “HELM GW MANAAAAAAA?????!!!!” . Liriki kiri kanan, orang-orang koq tidak ada yang keliatan bawa helm-ku. Tidak ada yang tampak mencurigakan pula. Walau emang sih, orang yang tadinya berada di dekat motor kami koq sudah hilang entah kemana. Whuah! Kami berdua jadi heboh deh! Ditinggal bentar dan tidak jauh pula, itu helm bisa tiba-tiba raib aja gitu. Entah apa yang lucu, kami berdua malah menertawakan kejadian helm-ku yang hilang itu :lol: *itupun sebenarnya helm pinjeman! Hahaha

Yah, mau tidak mau perjalanan kami jadi agak terhambat. Karena bagaimanapun, kami harus mencari helm pengganti. Oya, walau demikian, masih ada hal yang bisa disyukuri, helm Akai-ku tidak hilang! Padahal ya, helm dia tuh jauh lebih mahal dan bagus dari helm yang kupakai.. :lol:

Waktu itu kami menemukan minimarket terdekat, kami langsung mampir. Siapa tau ada jual helm :lol:  Begitu masuk, aku menghampiri bagian penitipan tas (soalnya gimana-gimana kan kalo masuk ujung-ujungnya aku harus nitipin tas sama jaket). Aku langsung nanya “Mas, ada helm gak?” Masnya keliatan bingung. Aku juga baru ngeh pertanyaanku itu agak membingungkan. Whuahahaha.. dodooolll.. akhirnya aku tanya lagi, “maksud saya, di sini ada jual helm gak?” baru deh masnya ngerti :lol:

Sayangnya, ternyata tempat tersebut tidak menjual helm. Untung dengan baik hati masnya ngasi tau di mana tempat mencari helm.

Selama pencarian helm (baru) itu, kami jadi agak kucing-kucingan sama polisi. Kalo lewat lampu merah, sengaja berada di sebelah mobil, biar kami terlindungi dari penglihatan polisi. Whuahahaha.. aku juga agak khawatir sih kalo sampai ‘terjaring’ takut urusannya panjang, soalnya kebetulan plat motor yang kupakai kan plat motor dari luar daerah. Jauh pula. Dari Lombok meeeennnn… jadi khawatir bakal berbuntut panjang. Siapa tau diduga pelaku curanmor >.<

Untunglah, tidak berapa lama kami berhasil menemukan toko yang menjual helm. Menurutku, helmnya agak mahal sih. Tapi biarlah karena keadaan mendesak ini. Hehehe.. daaaaannnn… tau nggak? Beberapa meter dari toko itu, tau-tau kami liat ada polisi lagi nilang orang. Polisinya gak keliatan gitu, seperti ‘nyaru’. Pheew.. untung aku udah dapat helm baru, jadi loloslah kami.. :mrgreen:

Pencarian helm itu benar-benar memperlambat perjalanan kami. Soalnya kami hanya memiliki waktu singkat untuk mengunjungi berbagai tempat. Gara-gara itu,  Akai-ku bisa dibilang nyetir motornya (agak) ngebut. Namun demi mencari toko helm yang tidak kami tau letaknya, mau tidak mau kami ‘berjalan’ lebih pelan. Walau demikian, entah kenapa kami tetap saja menganggap kejadian hilangnya helm & pencarian helm baru itu sebagai kejadian yang lucu. Bahkan sepanjang jalan kami tertawa ngakak :lol:  (Jadi ada semacam cerita berkesan deh dari perjalanan kami)

Setelah aku memperoleh helm baru, ‘ritme’ menyetir Akai-ku kembali. Wazzz wuuuzzz gitu. Agak horor juga. Manalagi menurutku pribadi (inipun setelah berulang kali mengunjungi Madura), cara orang berkendara orang Madura agak sedikit horor, selain ngebut, gak jarang berada di jalur yang salah/berlaawanan/tidak sesuai :D . Jadi kalo papasan suka ngeri. Aku aja kadang jadi merem melek gitu gara-gara perasaan horor :lol:

Saat melewati daerah Camplong, aku cukup takjub. Agak mengingatkan perjalan mudikku dari Lombok-Bandung dengan menggunakan kendaraan sendiri (dengan papaku yang bertindak sebagai ‘supir’ :D ). Jadi, jalan rayanya langsung berbatasan dengan laut. Kadang juga sedikit dihalangi tanaman bakau. Sayangnya waktu itu laut  tengah surut, jadi pemandangannya terkesan gersang.

Kami tidak mampir ke Pantai Camplong yang (sepertinya) cukup terkenal. Tapi kami mampir sebentar ke sebuah tanah lapang yang katanya milik salah seorang ternama di Indonesia, yang masih berada di daerah Camplong. Tanah lapang(yang gersang) tersebut berbatasan dengan laut. Di ujung tanah lapang ini terdapat sebagian orang tengah memancing. Namun karena air yang tengah surut, hasil memancing kurang memuaskan *ini kata yang mancingnya.

Daerah Camplong

Selanjutnya kami ngebut terus menuju daerah Pamekasan. Di sini, ada tempat unik yang ingin aku kunjungi, yaitu Vihara Avalokitesvara. Kenapa unik? Karena di dalam kompleks vihara ini terdapat mushola juga pura. Sayangnya, aku merasa penyambutan di sini kurang baik dan merasa diusir secara halus. Setiap pertanyaan yang kuajukan dijawab dengan tergesa & malas-malasan. Jadi tidak sampai 10 menit kami sudah pergi dari tempat ini. Aku sangat kecewa sekali. Tapi mungkin memang aku juga yang minim informasi. Karena aku Cuma browsing-browsing, tidak banyak info yang kudapat. Mungkin vihara tersebut bukan tempat yang bebas untuk dikunjungi. Tadinya kupikir bakal sama seperti yang ada di Kenjeran Park. Ternyata aku harus menelan kecewa.

Kekecewaanku tidak berlangsung lama, pemandangan menuju Sumenep cukup menghiburku. Apalagi saat tiba-tiba Akai-ku menyuruhku untuk melihat ke belakang. Sungguh, aku melihat pemandangan yang keren banget! Jadi aku berada di ‘atas’ Sumenep, aku bisa lihat jalan yang menurun, pepohonan, dan diujung, di dekat cakrawala, aku melihat laut! Benar-benar pemandangan yang indah. Tapi sayang, aku tidak pandai menggunakan kamera. Entah bagaimana cara mengambilnya agar hasil yang kuperoleh sama indahnya dengan yang dilihat langsung mataku. Walau demikian aku cukup puas dengan hasil fotoku :P

Pemandangan dari 'atas' Sumenep

Begitu sampai di Sumenep, kami langsung menuju Museum Keraton Sumenep. Aku excited banget mau mengunjungi tempat ini. Soalnya aku baru tau kalau di Madura ada Keratonan juga >.< (dapet info ini waktu browsing-browsing kira-kira di Madura mau mengunjungi apa aja)

Tapi Museum ini lebih banyak mengundang rasa prihatin-ku ketimbang rasa kekaguman. Banyak koleksi-koleksi yang tidak terawat dengan baik dan untuk beberapa koleksi, pengunjung dapat dengan bebas menyentuh beberapa koleksi yang menurutku sebaiknya koleksi tersebut minimal terlindung dalam kotak kaca. Beberapa keterangan yang biasa menjelaskan barang-barang koleksi-pun sebagian ada yang tidak ada, atau nomor bendanya hilang. Jadi saat membaca keterangan agak sedikit membingungkan.

Pun demikian, ada satu area yang menurutku menyenangkan. Yaitu, Tamansari Keraton Sumenep *kolam yang dulunya tempat para anggota Keraton ‘berendam’. Sekarang kolam tersebut dijadikan kolam ikan. Tempat tersebut terasa nyaman dan sejuk. Nyaman rasanya berlama-lama di area ini.

Tamansari Keraton Sumenep

Kami tidak punya cukup banyak waktu untuk berlama-lama di Madura. Jadi setelah cukup puas berkeliling Museum, kami mulai perjalanan pulang. Kebetulan juga memang sudah lewat tengah hari. Waktu makan siang sudah lewat sekitar 1 jam >.< Jadi setelah makan siang (yang terlambat), kami segera ngejoss untuk pulang, kembali ke Surabaya. Dalam perjalanan pulang itu-pun, kami sempat mengunjungi beberapa tempat. Cerita mengenai perjalanan pulang, aku post di postingan berikutnya aja ya :mrgreen:




JellyMuffin.com - The place for profile layouts, flash generators, glitter graphics, backgrounds and codes

JellyMuffin.com - The place for profile layouts, flash generators, glitter graphics, backgrounds and codes


Photobucket

Sedikit jejak yang tertinggal

It’s okay to be scared, because deep in our hearts, we’re all scared...

 

October 2011
M T W T F S S
« Sep   Nov »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Klasifikasi

Arsip

Blog Stats

  • 60,457 hits
JellyMuffin.com - The place for profile layouts, flash generators, glitter graphics, backgrounds and codes

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,558 other followers