Archive for October 28th, 2011

28
Oct
11

Ternyata, di Surabaya juga ada Planetarium!

Museum Loka Jala Crana

Jauh hari sebelum ke Surabaya, aku cari-cari info tentang event apa aja yang kira-kira menarik yang bakal ada di Surabaya saat aku berkunjung. Selain itu juga merencanakan aku sama Akai-ku mau jalan-jalan ke mana aja selama aku di Surabaya. Iseng, aku cek situs http://www.transsurabaya.com/ dan memilih kategori Museum. Awalnya sih cukup PD sudah mengunjungi semua museum yang ada di Surabaya. Eh ternyataaa.. masih ada dua yang belum pernah aku kunjungi, yaitu Museum Rudi Isbandi dan Museum Loka Jala Crana.

Entah kenapa aku kurang tertarik untuk mengunjungi Museum Seni Rupa. Mungkin karena museum itu merupakan rumah pribadi(terletak di lantai 2), khawatir ketemu sama pelukisnya langsung. Secara aku kurang begitu paham(juga tertarik >.<) mengenai seni lukis, jadi khawatir misal ketemu pemiliknya langsung, malah jadi gak enak. :mrgreen:

Berbeda dengan Museum Loka Jala Crana, aku semangat! Kenapa? Soalnya ini museum milik TNI-AL. Liat daftar koleksinya juga aku tertarik, soalnya aku merasa hal itu akan menyenangkan akai-ku. Selain itu, aku sangat bersemagnat karena ternyata di dalam Museum ini juga ada Planetarium-nya! Awalnya yang Cuma semangat biasa, begitu tau ada Planetarium  langsung berubah jadi semangat yang berapi-api pengen mengunjungi Museum ini :mrgreen:

Sehari setelah perjalanan kilat mengelilingi Madura(tanggal 17 Oktober 2011), kami langsung mengunjungi Museum Loka Jala Crana. Itupun pake acara tersesat dulu. Soalnya kami memang kurang tau lokasi tepatnya di mana. Berbekal pengetahuan bahasa Indonesia yang sudah kami kenal sejak lahir, kami bertanya-tanya pada orang-orang sekitar. Alhamdulillah, sekitar jam 12 kami tiba di Museum. Waktu itu aku khawatir kunjungan kami bakal jadi terburu-buru. Soalnya berdasarkan info dari situs transsurabaya, Museum tutup jam 2 siang. *untungnya nggak. Malah lebih dari jam 2 pun museum masih beroperasi.

Waktu itu aku awalnya ngerasa agak segan-segan gimana gitu. Soalnya Museum ini dikelola langsung sama TNI-AL. Jadi ngerasa agak serem gitu. Tapi ternyata di sini berlaku pepatah “don’t judge a book by its cover” :P Bapak-bapak di sini ramah-ramah semuuuaaaaaa… ^^

Oya, ternyata untuk mengunjungi museum ini prosedurnya agak berbeda dari kebanyakan museum pada umumnya. Apalagi kalo mau masuk ke Planetarium. Sebelumnya harus ngurus semacam perijinan dulu. Dan untuk masuk ke Planetarium, harus rombongan (biasanya minimal 10 orang). Tapi alhamdulillah waktu itu kami dapat kemudahan. Kami Cuma berdua (dan mendadak pula), bisa mengakses seluruh fasilitas museum! Alhamdulillaaahhh.. sesuatu banget deh.. :mrgreen:

Saat kami datang, sudah ada rombongan yang masuk planetarium. ‘Pertunjukan’ di dalam planetarium tidak mungkin diputus begitu saja dengan membukakan pintu dan membiarkan kami berdua masuk (cahayanya ganggu woy!). Jadi kami disarankan untuk bergabung dengan rombongan selanjutnya yang akan mengunjungi Planetarium juga. Tapi ternyata rombongan berikutnya akan datang pada sore hari. Mungkin bapak yang tugas kasian ngeliat kami jauh-jauh, panas-panas, juga mungkin tampak lelah (klo tampak, ini pasti sisa lelah karena perjalanan kilat di Madura sehari sebelumnya :lol: ), akhirnya lagi-lagi kami diberi kemudahan. Kami bisa memasuki planetarium itu berdua aja! *oke, tepatnya 3. Soalnya ada bapak petugas juga :lol:

Aku salut sama bapak petugas di Planetarium (yang aku lupa namanya! :( ) Walau Cuma ‘melayani’ kami berdua, beliau tetap memberi penjelasan dengan semangat. Tidak tampak sama sekali wajah yang menunjukkan keberatan untuk memberi penjelasan kepada kami berdua. Mungkin gini kali ya kalo kerja pake hati. Hehehe.. ikhlaaasss..

Beliau(petugas di planetarium) cukup banyak memberi penjelasan mengenai perbintangan selama ‘sehari semalam’. Sedangkan kami, asik tidur-tiduran di lantai memandangi bintang sambil mendengarkan penjelasan beliau :mrgreen: Tapi dari sekian ilmu perbintangan yang diberikan, mungkin tidak sampai 5% yang berhasil masuk ke otakku. Aku lebih asik berkonsentrasi menatap bintang-bintang :lol:

Aku baru tau lho, ternyata di Surabaya juga ada planetarium. Sebelumnya kukira planetarium Cuma ada di Jakarta. Ternyata aku salah besar, ternyata Indonesia punya 3 Planetarium. Satu di Jakarta, satu di Surabaya, dan satu lagi di Tenggarong. Alat yang ada di Surabaya terbilang sudah cukup tua(buatan tahun 1968 dari Jerman) jadi hasil proyeksi bintangnya kurang begitu bagus. Etapi Ini kunjungan pertamaku ke Planetarium, jadi aku gak bisa bandingin sama planetarium lain. Hehehe…

Planetarium ini juga ternyata masih dipakai belajar oleh Akademi Angkatan Laut-AAL (lokasinya memang berdekatan). Dan aku dengan oonnya, baru ngeh ternyata di alam bebas khususnya di tengah lautan, navigasi tidak terbatas sekedar Utara-Selatan Barat-timur. Tapi lebih kompleks dari itu. Makanya planetarium tersebut juga dipakai belajar oleh AAL terutama dalam hal navigasi. Hehehe..

Mungkin sekitar setengah jam kami habiskan di dalam planetarium. Sehari semalam yang terasa sangat singkat tapi sangat berkesan :D

Selanjutnya, kami melihat-lihat koleksi museum yang dipamerkan. Koleksi di sini menurutku cukup lengkap juga terawat. Apalagi kalo dibandingkan dengan Museum 10 Nopember –Tugu Palhawan >.< Terutama untuk koleksi yang dipamerkan di ruang terbuka. Di Museum ini, koleksi-koleksi tersebut(yang dipamerkan di ruang terbuka) asik banget buat ‘teman’ foto narsis :lol: Tapi bodohnya, ternyata aku membawa camera tanpa memory card! Jadi foto-foto Cuma via HP dan dibawah terik matahari pula! Jadinya apa yang ada di layar HP tidak jelas keliahtan, maka jepretnyapun pake feeling. Oleh karena itu, hasilnya juga ya sesuai feeling :lol:

Ini foto favorit Akaiku. :lol:


28
Oct
11

mbolang kilat ~ madura [part 2/end]

Sesuai janji di postingan sebelumnya, di postingan kali ini aku bakal cerita tentang perjalanan pulang yang kutempuh. Waktu itu juga sebenarnya agak berat gitu sih mau balik Surabaya. Masih ada yang pengen dikunjungi. Jadi awalnya, waktu ngerencanain bakal keliling Madura 2 hari 1 malem, kami berencana di Sumenep bakal main ke Pantai Lombang sama pantai Slopeng juga.. hehehe.. Tapi ya, gimana ya.. :mrgreen:

Aku tidak begitu ingat masalah waktu. Kalau tidak salah, sekitar jam 2 siang kami mulai tancap gas, cabut dari Sumenep. Tapi kami gak langsung menuju Surabaya gitu aja sih, mampir-mampir dulu :mrgreen:

Di daerah Pamekasan, kami mampir ke Tambak Garam Pademawu. Sungguh pemandangan yang sangat ‘asin’. Asin karena melihat garam bertebaran, juga asin karena keringat yang bercucuran :lol: (madura panas betul bo’!)

Di tambak garam ini, kami sempat ngobrol-ngobrol sama para petani garam. Mereka ramah banget! Bahkan kami ditawari untuk membawa sebotol aqua berisi garam :lol: Kami juga diperbolehkan lho nyobain niru kegiatan mereka saat panen garam. Aku nyoba ‘ngeruk’ tambaknya ternyata berat juga ya.. hehehe..

Tambak Garam Pademawu

Dari petani garam di Tambak ini juga aku jadi sedikit dapat gambaran tentang dunia pergaraman. Dalam sebulan, 1 petak tambak bisa dipanen dua kali(berbeda lagi kalo musim hujan >.<). Pengisian air ke petak-petak tambak ini juga cukup unik (menurutku). Selama ini aku Cuma pernah main ke tambak udang/bandeng/kepiting (ini juga Cuma yang di seputaran Surabaya sih). Di tambak-tambak yang pernah aku liat itu, pengisian air di setiap petak tambak biasanya pake sistem ‘buka-tutup’. Tapi kalau di tambak garam- Madura, bisa dibilang pake sistem semacam pompa. Itupun pompanya mengandalkan tenaga angin. Jadi berasa seperti di Belanda gitu deh, ngeliat kincir angin bertebaran :lol:

Di antara petak-petak tambak, ada semacam rumah-rumahan. Ternyata rumah ini merupakan gudang penyimpanan garam untuk sementara. Jadi garam hasil panen untuk sementara disimpan di ‘rumah’ ini. Nanti akan dimasukkan ke dalam karung-karung yang kemudian akan diborong pengepul.

Aku sangat terkesan sekali dengan keramahan yang ditunjukkan para petani garam ini. Kesan orang Madura galak-galakpun dengan sendirinya luntur di mataku. Hehehe.. :mrgreen:

Selepas dari tambak garam, kami mengunjungi tebing-pantai Jumiang. Kebetulan aku ada janji untuk bertemu dengan sahabatku yang sudah lama tidak jumpa :’) Sialnya, saat di tebing Jumiang, batt cameraku habiiiiissss :sad: jadi tidak terlalu banyak foto-foto. Padahal kan udah lama gak ketemu. Pengen foto-foto buat kenangan. Soalnya gak tau kapan bisa ketemu lagi :cry:

Di Tebing Jumiang

Di waktu super singkat itu, kami saling bertukar kabar dan sahabatku ngajak mampir sebentar ke pantai Jumiang, tempat budi daya rumput laut. Tapi aku gak terlalu merhatiin juga sih, asik ngobrol sama sahabatku. Hehehe.. lagipula waktu itu sore hari. Tidak terlalu banyak yang bisa dilihat. Waktu itu Cuma tampak 3 orang yang tengah sibuk ‘panen’ rumput laut. Menurut sahabatku, biasanya ‘panen’ rumput laut paling ramai dilakukan saat pagi hari. Itulah kenapa di sore hari tampak sepi.

Sahabatku itu cukup pengertian. Khawatir aku & akaiku bakal kemalaman di jalan, dia segera mengusir kami untuk kembali ke Surabaya :lol:

Sekitar jam 6 sore, kami cabut dari Pamekasan, ngejoss menuju Surabaya. Daaaaaannnn… itu merupakan perjalanan panjang yang melelahkan, membosankan dan juga, horor! Jadi kan jalannya lurus-lurus aja, bikin cepat bosan juga ngantuk. Udah gitu kabarnya daerah tersbut cukup rawan. Soalnya ada beberapa tempat, terutama jalan dari Sampang menuju Bangkalan, jalannya rusak juga tidak ada lampu! Beneran kerasa horornya! Gelap-gelap, orang-orang pada ngebut (kami juga sih), terus melewati semacam hutan yang jalanannya rusak. Itulah kenapa aku sangat tidak menyarankan kegitan kami ini ditiru. Benar-benar berbahaya! Alhamdulillah, kami berhasil sampai Surabaya dengan selamat. Sekitar jam 9malam kami sudah di kamar kos masing-masing (aku di kosan adek :D ). Sampai di kos, mandi terus langsung tepaaaarrrr… :lol:

Oya, kalo mau liat foto-foto lain, bisa coba liat di album fb sini aja ya.. hehehe..




JellyMuffin.com - The place for profile layouts, flash generators, glitter graphics, backgrounds and codes

JellyMuffin.com - The place for profile layouts, flash generators, glitter graphics, backgrounds and codes


Photobucket

Sedikit jejak yang tertinggal

It’s okay to be scared, because deep in our hearts, we’re all scared...

 

October 2011
M T W T F S S
« Sep   Nov »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Klasifikasi

Arsip

Blog Stats

  • 60,457 hits
JellyMuffin.com - The place for profile layouts, flash generators, glitter graphics, backgrounds and codes

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,558 other followers