Archive for the 'Kerlap-Kerlip' Category

09
Jan
12

TV Pintar Lenovo

Klik utk sumber gambar :D

Tadi siang baru baca di sini kalo Lenovo ngeluarin TV pintar. Bayanganku sampai saat ini, TV pintar adalah TV yang bisa terhubung dengan internet :mrgreen:  Tapi ada yang beda sama TV pintar Lenovo ini, sewaktu lihat spesifikasinya terasa seperti melihat spesifikasi komputer/laptop/tablet dengan ukuran layar super besar :lol:  Disebutin kalo di dalam TV ini tertanam OS android 4.0. Baru kali ini baca ada TV yang tertanam OS untuk perangkat mobile. Jadi gak kebayang ini TV bakal seperti apa. :roll:

Dalam artikel yang kubaca itu juga ada statement menarik, “TV-wise, the Lenovo K91 has a pretty decent design, but it won’t rival the most beautiful TVs from Samsung or LG:lol:

Yah, kita lihat sajalah nanti tanggal mainnya. Sepertinya TV baru akan dipamerkan di acara CES2012 tanggal 10-13 Januari 2012 besok ini :mrgreen:

03
Nov
11

Kembali ke ‘Mainan’ Lama

Weekend kemarin ini, aku iseng melakukan aktifitas yang cukup sering kulakukan sewaktu kuliah. Yep! Blogwalking :lol: Ada perasaan kangen juga sedih sewaktu aku jalan-jalan dari satu blog ke blog lain. Tiba-tiba rasanya terlempar kembali ke taun sekitar 2007. Taun di mana aku merasa ‘blog’ merupakan sesuatu yang keren. Jadi, berasa gak gaul gitu deh kalo gak ngeblog :lol:

Entah kenapa dan sejak kapan, aktifitasku di dunia per-(go)blog-an menurun. Aku sih curiganya gara-gara tugas kuliah *cari kambing hitam :lol: * Gara-gara itu aku ‘sembuh’ dari kecanduan aktifitas nge-blog (termasuk di dalamnya blogwalking ples ngomen :mrgreen: )

Tidak semua blog yang aku ‘follow’ ‘disponsori’ oleh WordPress. Supaya lebih mudah ‘men-stalking’ blog yang bukan disponsori wordpress, aku masukin aja ke Google Reader. Di Google Reader juga ada semacam ‘bundelan’ yang bisa kita ‘follow’ untuk mendapat info-info terbaru.

Dulu sih bundelannya gak sebanyak sekarang. Aku ingat dulu bundel favoritku tuh bundelan photography sama bundel yang berbau technology-gadget gitu. Berasa update bener dah dulu jadinya. Tiap hari mantengin Google Reader & dapet info yang unyu-unyu :lol:

Nah, setelah sekian lama terlupa, aktifitas blogwalkingku weekend kemarin ini berhasilnya mengingatkanku. Seperti tiba-tiba ada pop up muncul di otakku “Kamu kan ada juga tuh, masukin beberapa blog ke Google Reader”

JENG JENG! kubuka lagilah itu yang namanya Google Reader. Ada banyak sekali berita terlewat. Tiba-tiba merasa tertinggal jauh banget ( Tapi ingat gimana up to date-nya dunia via twitter, bikin ngerasa lebih baik :P ) Ternyata dari situ juga aku baru tau, beberapa blog juga situs yang pernah aku cemplungin ke situ banyak yang sudah ‘mati’ (sebagian besar matinya di sekitar tahun 2010). Jadilah sekalinya buka Google Reader tuh sekalian ‘bersih-bersih’ :lol:

Aku juga cek bundelan apa aja sekarang yang ditawarin sama Google Reader. Omaigat! Ternyata sekarang ada banyak sekaleeeee… Langsung aja aku subscribe semua yang menarik minatku :lol:

Salah satu bundel yang aku ‘follow’ adalah bundel DIY(Do It Yourself). Aku emang cenderung suka bikin ‘aneh-aneh’ gitu sih… dan biasanya pasanganku adalah korban dari karya-karyaku, dan aku cukup bersyukur, pasanganku menerima karya-karyaku dengan cukup baik. Jadi karyaku tidak berakhir di tempat sampah :lol:

Dari bundel itu, aku ketemu satu situs  yang nyantol banget di mata, kepala juga hati

http://www.curbly.com/

Di situ ada banyaaaaaaaakkkkkk banget project DIY yang bisa kita contek ataupun jadi sumber inspirasi. Takjub banget liatnya. Orang-orang yang bikin itu bener-bener kreatif bangeeetttt.. hebat! Tidak bisa berkata-kata deh jadinya. Gak bisa berenti di satu halaman dan gak bosen-bosen! Juga gak sabar pengen mraktekin :lol:

Gara-gara aku keranjingan ‘main’ Google Reader lagi, somehow twitter tidak tampak menarik lagi.Aku ngerasa dunia di twitter sekarang sudah terlalu mirip dunia nyata. Info yang kudapat tidak sebanyak dan semenarik dulu lagi (ini mungkin pengaruh jam terbang di twitter juga sih yang udah nurun :lol: )  Yah, mungkin tergantung juga sih ya siapa yang kita follow. Tapi aku senang, akhirnya aku (merasa) berhasil mengurangi kecanduanku akan ‘berkicau’ :p

Berbeda dengan Google Reader. Aku merasa lebih banyak info yang menarik dan lebih fresh. Entah kenapa juga aku merasa ‘isi’ yang kita masukin ke Google Reader bakal lebih konsisten, sesuai dengan ‘tema’. Misal seperti situs curbly di atas, isinya hanya yang berhubungan dengan DIY project. Kupikir mungkin karena twitter kebanyakan berupa akun pribadi. Jadi kicauannya ya sesuai mood yang punya akun. Kalau akun twitter bukan atas nama pribadi, biasanya sih (cukup) konsisten dengan ‘tema’ yang diusung ataupun misi yang mau dilakukan ;)

30
Oct
11

Mengetahui ‘pasang-surut’ Hubungan Suatu Pasangan

Berawal dari memperhatikan diri sendiri juga orang-orang di sekitarku, terutama yang berada di dunia maya, aku menarik sebuah kesimpulan bahwa: Kita bisa mengetahui pasang surut hubungan suatu pasangan dengan melihat aktivitas di situs jejaring sosialnya :mrgreen:

Kalau hubungan suatu pasangan lagi ‘hangat’ atau katakanlah ‘pasang’, biasanya mereka sering (mungkin tanpa sadar) menyebut nama pasangannya dalam status ataupun seringkali membahas sesuatu yang berhubungan dengan pasangannya, atau juga berinteraksi dengan cukup intens di dunia maya (misal saling berbalas twit atau komen-komenan di Facebook). Nah, kalau lagi ‘surut’ atau ‘dingin’, yang terjadi kebalikaannya. Mungkin aku bisa terbilang jarang buka facebook dan memperhatikan updatepan teman-teman lain, jadi perubahan-perubahan dari setiap pasangan lebih terasa :mrgreen:

Biasanya, orang-orang yang baru jadian sampai rentang sekitar 3 bulan, itu lagi anget-angetnya. Twitter, facebook isinya yang berhubungan dengan pasangannya. Kadang ini juga bikin risih, beberapa pasangan kadang terlalu menunjukkan kemesraannya secara berlebihan (menurutku). Akhirnya malah bikin (aku) yang baca ‘geli’ sendiri. Aku pernah mengunfollow seseorang karena menurutku dia terlalu ‘mesra’ dan entah kenapa aku merasa dia melakukan itu tanpa perasaan benar-benar sayang (Makanya bacanya jadi sangat ‘geli’) Ternyata feelingku bener, beberapa waktu kemudian dia sudah ganti pasangan baru (lagi) -.-’ *yang kayak gini ini kan yang bikin malu. Udah mesra-mesra berlebihan taunya gak jadi.

Aku juga tidak memungkiri sih, aku sendiri suka menunjukkan kemesraanku sama pasangan di dunia maya –situs jejaring sosial. Tapi karena apa yang sudah kurasa dari melihat kemesraan orang lain, yang bisa membuatku geli sendiri, aku jadinya berusaha untuk pamaer sewajarnya :P Walau yah, parameter orang kan beda-beda ya, mungkin aku pamer ‘segitu’ juga ada yang tidak suka denganku :mrgreen:

Mendengar curhat teman juga, aku semakin sadar, kadang menunjukkan kemesraan di dunia maya juga bisa bikin seseorang atau lebih merasa tersakiti, dan mungkin akhirnya jadi mendoakan sesuatu yang jelek untuk kita dan pasangan kita (misalnya didoain hubungannya jadi kandas) Jadi intinya, berhati-hatilah kalau mau pamer kemesraan dengan pasangan di dunia maya ;)

Oke, kita kembali ke topik tentang ‘pasang-surut’ tadi, selepas 3 bulan biasanya intensitas kemesraan menurun. Waktu lagi hangat, mungkin hamir setiap hari (bahkan setiap saat) pasangannya akan disapa di situs jejaring sosial. Mulai dari sekedar mengucapkan selamat pagi bahkan sampai mengingatkan untuk melakukan sesuatu :lol: Selepas bulan ketiga, intinsitas ini menurun. Dari yang tadinya hampir setiap hari menyapa pasangan setiap hari, jadi hampir seminggu sekali atau mungkin sebulan sekali, atau malah tidak ada sama sekali :P Bahkan menurutku, kadang komentar-komentar/reply-an yang diberikanpun terkesan dingin atau sekenanya. Tapi ini biasanya berlaku untuk pasangan yang menjalani hubungan jarak dekat. Berbeda lagi dengan pasangan yang menjalani hubungan jarak jauh(LDR).

Pasangan yang menjalani hubungan jarak jauh, umunya ‘grafik pasang surut’ lebih tidak menentu dan tidak bisa diprediksi. Grafik pasangan LDR tuh seperti roller coaster! Naik, turun, bahkan meliuk-liuk :lol: Sangat berbeda dengan pasangan jarak dekat yang grafiknya cenderung bisa diprediksi juga cenderung ‘stabil’.

Pada pasangan LDR, naik turunya grafik bisa dipengaruhi banyak hal. Misalnya kejutan-kejutan kecil (biasanya berupa paket cinta :P ), ataupun pertemuan singkat (namun berkesan :P ). Biasanya pasangan LDR setelah mengalami hal-hal itu, grafik ‘kehangatan hubungan’ akan naik. Nah, seandainya lama tidak jumpa dan dalam rentang waktu itu tidak ada ‘bumbu’, pelan-pelan grafik ‘kehangatan hubungan’ menurun. Itu berdasarkan apa yang kulihat (juga kualami) sih.. :lol:

Sepertinya ini bisa dijadikan riset deh kalau mau diseriusin :lol: Riset untuk meramalkan keadaan hubungan suatu pasangan *ngakak menggelundung* Soalnya bukan apa-apa, kadang pasangan yang menjalani hubungan itu sendiri tidak menyadari perubahan yang terjadi pada hubungannya.Tidak sadar pelann-pelan hubungan yang dijalani menjadi hambar. Justru yang seperti ini kan yang bikin kemungkinan kandasnya suatu hubungan semakin besar. Seandainya mereka bisa mengukur tingkat ‘pasang-surut’ dalam hubungan yang mereka jalani, dan mengatasinya bersama, kemungkinan untuk kandas sepertinya bisa ‘ditekan’ :cool:

Nah, jadi apakah ada yang mau melakukan riset lebih mendalam atas hipotesaku ini? :lol:

10
Oct
11

Pemeriksaan Kesehatan Sebelum Menikah/Berencana Memiliki Anak itu PENTING!

Sebagian besar orang sepertinya sudah tau bahwa cek kesehatan sebelum menikah/berencana punya anak itu penting. Tapi mungkin hanya sekedar tau aja, tanpa ada rasa kewajiban untuk melakukannya. Seperti hal remeh membuang sampah sembarangan itu gak baik, tapi sebagian orang masih saja melakukannya. Awalnya aku juga seperti itu, tau cek kesehatan sebelum nikah itu penting, tapi tidak merasa wajib melakukan. Tapi semua itu sekarang sudah berubah.

Salah satu orang dekatku, anaknya menderita Cerebral Palsy. Apa sih itu? Baca sendiri aja ya di sini atau google aja. Intinya sih, Cerebral Palsy itu gangguan pada otak, dan belum ada obat yang bisa menyembuhkannya. Setelah ditelusuri, ternyata pada kasus orang dekatku ini, anaknya menderita penyakit tersebut diduga karena saat mengandung, ibunya terjangkit sebuah virus. Entah virus apa, kalau tidak salah TORCH. Begitu dengar kabar tersebut, langsung muncul perasaan “DEG!” di hati. Aku tiba-tiba sadar sesadar-sadarnya kalo pemeriksaan kesehatan sebelum menikah itu penting.

Sebelumnya, aku juga pernah mengikuti sebuah ‘berita’ di twitter tentang keluarga yang membutuhkan darah untuk anaknya. Tapi sayang anaknya tidak bisa tertolong(padahal ini anak kedua. Anak pertama juga mengalami hal yang serupa). Kenapa bayi yang baru lahir langsung membutuhkan transfusi darah? Ternyata hal tersebut disebabkan karena perbedaan rhesus antara ayah dan ibunya.

Tidak sedikit cerita yang pernah kudengar/baca tentang bayi yang terlahir tidak sempurna karena adanya gangguan saat kehamilan atau karena memang pasangan(orang tua si bayi) memiliki ‘masalah’. Padahal, siapa sih yang mau buah cintanya terlahir cacat? Kita semua tidak menginginkan hal itu kan? Oleh karena itu, aku tekankan sekali lagi, PEMERIKSAAN KESEHATAN SEBELUM MENIKAH/BERENCANA MEMILIKI ANAK ITU PENTING!

Selama ini, ketika aku dengar “Sebelum menikah harus cek kesehatan dulu”, aku berasumsi bahwa itu termasuk dalam prosedur administrasi nikah. Maksudnya, kalau kita ingin menikah, ingin punya buku nikah, salah satu berkas yang harus dilampirkan adalah hasil cek kesehatan. Oleh karena itu juga, aku agak santai, tidak terlalu khawatir bakal lupa, toh sudah wajib ini. Ternyata aku salah besar! Dalam proses administrasi urusan pernikahan, hasil cek lab tidak dibutuhkan sama sekali! Berarti kalau mau cek kesehatan, harus dengan kesadaran sendiri.

Aku masih awam sekali tentang cek kesehatan apa aja yang perlu dilakukan sebelum nikah. Jadi aku bertanya pada salah seorang teman yang kebetulan berprofesi sebagai dokter. Dari situ, aku baru tau kalau ternyata beberapa laboratorium telah menyediakan paket pemeriksaan sebelum menikah(pre-marital) pun juga pemeriksaan awal kehamilan. Salah satunya lab Prodia. Kalo mau tau, bisa buka situs prodia, cari di bagian panel pemeriksaan, terus pilih (lagi) panel pemeriksaan dari dropdown yang ada di sebelah kanan atas.

Walau sudah ada paket begitu, menurutku sebaiknya tetap ke dokter kandungan terlebih dahulu untuk minta semacam surat pengantar ketimbang langsung ambil paket tersebut ke lab. Soalnya, heumm.. gimana ya.. kan kita orang awam, dokter lebih paham. Jadi kurasa lebih baik atas sepengetahuan dokter. Hehehe.. Jadi kalau ada apa-apa, akan lebih mudah bagi dokter untuk menindak lanjuti.

Oya, untuk yang punya hewan peliharaan juga sebaiknya hewannya diperiksa(divaksin) secara rutin ke dokter hewan. Kenapa? Soalnya beberapa virus yang bisa mengganggu kehamilan bersumber dari hewan peliharaan. Jadi untuk berjaga-jaga, hewannya dibawa ke dokter juga ya.. :wink:

Dari berbagai kisah yang pernah aku dengar/baca, aku jadi menarik pelajaran, jika kita ingin anak kita terlahir normal, kita sudah harus ‘menjaga’ bayi kita bahkan jauh sebelum ia hadir dalam bentuk janin. Memang kekuasaan berada di tangan Tuhan, jika Ia berkehendak, maka apa yang dikehendaki-Nya akan terjadi. Tapi setidaknya dengan kita berikhtiar, melakukan pemeriksaan awal, tentu bisa memperkecil resiko bayi terlahir tidak normal. Karena kelainan akan terdeteksi lebih cepat, maka usaha pengobatanpun bisa dilakukan lebih cepat sebelum terlambat :)

Terakhir, tolong bantu sebarkan informasi ini ya.. Tolong sebarkan informasi pemeriksaan kesehatan sebelum menikah ataupun sebelum berencana memiliki anak itu penting. Ini Semua demi kebaikan kita semua, agar jumlah anak yang terlahir tidak normal semakin berkurang atau bahkan tidak akan ada lagi :) Semoga generasi penerus kita terlahir sehat dan sempurna. amiiinnn.. :)

========

Terimakasih kepada Aditya Wiguna juga Nofian Adi Prasetyawan yang sudah mau meluangkan waktu menjawab beberapa pertanyaan saya. ^^

07
Aug
11

Sedikit Introspeksi di Bulan Ramadhan

Bukan sekali dua kali dengar penceramah bilang biasanya di bulan puasa Ibu2 jadi lebih boros. Yah, terlepas dari kenaikan harga2 juga sih. Heuheuheu…

Tujuh tahun menjalani ramadhan jauh dari rumah, biasanya baru pulang menjelang Lebaran. Memang itu bertepatan dengan momen2 persiapan menyambut lebaran, jadi terasa ‘wajar’ kalau (sedikit) lebih boros :P Tapi tahun ini, alhamdulillah aku sdh dirumah sejak hari pertama puasa, sejak awal Ramadhan. Jelas sekali terasa perbedaannya setelah sekian tahun awal Ramadhan dilalui di kota rantau.

Saat di rantau, sahur sama buka puasa ya seadanya aja. Malah kadang sahur cukup minum air aja. Berbeda dengan di rumah. Alhamdulillah, aku masih punya dua orang tua, saat dirumah, terasa sekali curahan perhatian orang tua saat puasa. Bukan berarti saat aku di rantau perhatian orang tua tdk terasa lho ya.. hehehe.. saat dekat kan bentuk perhatiannya lebih nyata, gak sekedar telepon/sms ingetin buat sahur/buka, tapi seringkali malah sampai disiapkan *ketauan deh manjanya gimana :P

Nah, bentuk perhatian spt ini paling terasa jelas terutama dari ibuku. Beliau tampak berusaha memenuhi kebutuhan gizi juga energi keluarganya saat berpuasa. Dan, disinilah aku merasa beliau agak (sedikit) berlebihan. Beliau jadi suka menyiapkan makanan yang (memang) lezat, mengundang selera. Dimana untuk itu membutuhkan biaya yang sedikit lebih banyak dibanding saat tidak berpuasa. Bukannya tdk bersyukur, tapi sekarang aku merasa sedikit paham kenapa para ibu2 biasanya menjadi (sedikit) lebih boros di bulan puasa. Karena ya itu, para ibu ingin walau puasa, keluarganya tetap sehat dan memiliki cukup energi untuk menjalankan aktifitas harian seperti biasanya dan juga rasa nikmat saat makan walau Cuma saat sahur & berbuka.

Kalau mengingat masa2 ‘sulit’ saat di rantau, ada sedikit perasan malu yang menggelitik, karena dirumah aku bisa merasakan nikmat yang belum tentu semua orang bisa rasakan. Tidak hanya nikmat makan, tapi juga nikmat perhatian dan kasih sayang dari orang yang kukasihi. Selain itu, setiap bulan Ramadhan tiba aku pasti teringat masa2 aku aktif jadi remaja masjid, dulu pernah aku ceritakan di sini.

Aku jadi semakin merasa malu, karena aku seringkali masih saja mengeluh, padahal masih ada banyak hal yang patut kusyukuri, sesuatu yang belum tentu orang lain miliki/dapatkan. Bahkan tidak jarang sebenernya hal yang kukeluhkan itu hal yang sepele. Ah, aku emang perlu lebih banyak belajar bersyukur & ikhlas. Sepertinya syukur & ikhlas merupakan ilmu yang tiada habisnya kita pelajari hingga ajal menjemput (mungkin)




JellyMuffin.com - The place for profile layouts, flash generators, glitter graphics, backgrounds and codes

JellyMuffin.com - The place for profile layouts, flash generators, glitter graphics, backgrounds and codes


Photobucket

Sedikit jejak yang tertinggal

It’s okay to be scared, because deep in our hearts, we’re all scared...

 

May 2012
M T W T F S S
« Apr    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Klasifikasi

Arsip

Blog Stats

  • 60,457 hits
JellyMuffin.com - The place for profile layouts, flash generators, glitter graphics, backgrounds and codes

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,558 other followers