Adil pada diri sendiri

Bicara ttg adil pada diri sendiri, selalu bikin saya merasa bersalah pada diri sendiri. Yah.. gmn nggak? Saya sudah sangat tidak adil pada diri saya. Saya tau, daya tahan tubuh saya tidak sehebat teman2 saya. Bisa dibilang, daya tahan tubuh saya lemah. Tapi, sya selalu memaksa tubuh saya untuk bekerja lebih keras. Sampai akhirnya, saya (lagi2) jatuh sakit. Sudah terhitung 2kali ini, saya menghabiskan uang yang bisa dibilang tidak sedikit untuk penyakit yang bisa dibilang biasa saja. Yang pertama, sakit maag saya. Enatah berapa rpiah yang saya keluarkan dari keringat bapak saya. Untuk biaya priksa rutin tiap bulan slm 4bulan, dan obat setiap kali saya habir priksa(biasanya di atas 600rb), belum lagi biaya untuk priksa lab ditambah biaya transportasi…. Hhhh… sudah lebih dari 1juta!!

 

Dan sekarang, penyakit yang sudah umum banget(batuk + flu)…. saya menghabiskan biaya lebih dari 100rb untuk dokter +obat! Sebenarnya, sejak penyakit maag saya bisa dikatakan sembuh, saya mulai aware sama tubuh saya. Makan saya mulai teratur dan g’makan sembarangan lagi. Tapi, saya masih sering kali memacu tubuh saya untuk bkerja lebih keras. Seringkali saya merasa amat sangat lelah. Tapi saya masih memacu tubuh saya untuk tetap bekerja. Munkin inilah jeleknya saya. Setiap kali saya merasa lelah, saya merasa itu hanya perasaan malas saya saja. Mungkin sebagian waktu memang benar klo itu hanyalah wujud rasa malas saya. Tapi dilain waktu, mungkin tubuh saya memang benar2 merasa lelah. Saya benar2 merasa tidak adil pada tubuh saya sendiri. Seringali saya menyuruh teman saya untuk beristirahat, namaun saya sendiri jarang memberi waktu tubuh saya untuk beristirahat. Sampai saatnya kena batunya… (sakit :p)

 

Saat ini saya benar2 kna batunya. Dokter saya mengatakan saya kurang istiraha dan akhirnya memberi saya sejumlah obat yang bisa bikin teler (n_n). Tiap kali saya minum obat itu, mata saya langsung terasa berat. Dan tidak lama kemudian saya telah tertidur. Kemarin merupakn hari dimana saya benar2 merasa sulit untuk bangun dari tempat tidur saya. Badan saya terasa lemas sekali. Entah karena pengaruh obat, atau kelelahan karena batuk yang terus menerus. Yang jelas, seharian kemarin saya hanya terkapar ditempat tidur! Tapi alhamdulillah, hari ini sudah jauh lebih baik. Begitu saya membuka mata diwaktu subuh, badan saya terasa sudah jauh lebih baik. Rasanya saya sudah lama tidak pernah sesegar tadi ktika bangun tidur.

 

Mungkin yang menjadi sedikit masalah bagi saya juga adalah bagaimana memperoleh tidur berkwalitas. Setau saya, tidr sebentar namaun berkwalitas, lebih baik daripada tdur lama namun tidak berkwalitas. Sepertinya obat tidur yang terkadung dalam obat saya ini telah membantu saya dalam mencapai tidur yng berkwalitas. Semoga hal ini tidak lantas membuat saya menjadi ketergantungan :p Mungkin bagi orang lain hal ini terasa aneh, bagaimana mungkin saya bisa merasa senang, ketika saya dapat lebih udah tidur dan bangun dalam keadaan yang segar. Bagi orang yang mengalami susah tidur spt saya, pasti dapat memahami perasaan saya.

 

Biasanya, begitu saya naik t4 tidur dan meniduri bantal saya :p Butuh waktu lebih dari 1jam untuk akhirnya saya sadar saya sudah tertidur(saya sudah tidak mendengar apapun disekitar saya). Setelah saya memasuki tahap “tidur”, biasanya tidak lama kemudian saya terbangun. Karena ketika saya tidur, saya selalu merasa, bukan saatnya saya untuk tidur. Itu adalah waktu dimana saya harus menyelesaikan tugas2 saya. Namun begitu saya tidur, dan melihat jan ternyata masih saatnya saya tidur, saya segera meyakinkan diri saya bahwa sekarang adalah saatnya saya untuk beristirahat. Hampir tiap jam saya terbangun. Hal ini membuat saya agak pusing ketika saya memang harus benar2 terbangun. Tapi 2hari ini begitu berbeda. Saya benar2 dapat menikmati tidur saya. Senangnya….!!!

 

Pelajaran yang bisa saya ambil dari masa sakit saya saat ini adalah, saya harus lebih adil pada tubuh saya. Tidak hanya soal makan, tapi juga istirahat. Saya harus menimbang sinyal lelah yang diirim tubuh saya, apakah memang benar karena lelah atau kreana malas. Dan mungkin juga saya harus elanjutkan ritual saya semasa sma. Sewatu sma, saya biasa menjalankan ritual relaksasi, unutk melepas semua beban ang saya rasakan sehingga dapat mencapai tidur yang berkwalitas…^^’ Semoga saya dapat lebih adil pada tubuh saya…. (n_n)

One thought on “Adil pada diri sendiri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s