ternyata g’seperti itu..

Fiuhhh…… 2minggu yang cukup wah! alhamdulillah sekarang masih diberi kesempatan menikamati ‘indahnya’ dunia. jadi semacem candu juga. klo lg sepi order(halah…) bingung mau ngapain tapi ketika order over load, sampe harus mendistribusikan k orang laen, malah pusing jg. malah jadi bete2 g’jelas dan sampe lupa caranya tertawa.

Yup! mungkin 2minggu ini bener2 ketwa cuma wktu percakapan hamster muntah😛 bahkan melakukan tindakan hina dengan menghujat ketidak adilan-Nya. tapi sekarang, sudah mulai bisa bernafas lega. bukan brarti g’da order. orderan ttp ada, tp yah.. masih ada cukup waktu u/ mengerjakannya🙂

selama 2minggu ini, sempet kembali terjatuh dalam kerendahan manusia. kembali menghujat-Nya karena ketidakadilan hidup. tapi setelah semua berhasil lewat dan kembali menoleh kebelakang… Hhhhffff… diriku ternyata tak ubahnya manusia bejat. manusia yang g’bisa menghargai hidup, melihat dari berbagai hal dari sisi negatif dan hanya bisa jd penuntut, pengritik dan pengeluh sejati. bener2 manusia yang sia2.

padahal klo dicermati, betapa d’udah diberi banyak kemudahan oleh-Nya ditengah badai yang menimpa. jadi ngerasa rendah banget. betapa kecilnya drku dihadapan-Nya. malu….. malu banget klo ingetnya. bener2 ngerasa udah jahat banget. d’sering banget bilang “Allah baek banget ma d’. tapi sayangnya d’jahat. sll aja jd anak bandel”. seperti perkataan yang terlontar dari anak kecil memang. tapi sebenernya tiap kali ngucapin itu, d’ngerasa yang amat sangat malu ‘n ngerasa rendah banget…. tuh kan… sekarang malah mau nangis… 😥

ih jadi speechless gini.. yawda d.. gtu aja. tumben ya tulisan d’rada serius..😛 tapi lagi2 curhat…:mrgreen:

8 thoughts on “ternyata g’seperti itu..

  1. Ambil sisi postitifnya. Bandel itu artinya tahan banting, makanya anak yang suka bandel biasanya lebih bisa survive daripada yang biasa-biasa saja ( perlu disurvey kali ). Terutama dalam era persaingan bebas yang keras tak kenal belas kasihan seperti sekarang, yang bandel dan yang nakal itulah yang justru bisa bertahan melewati badai kehidupan yang kejam ini.
    Nakal di waktu muda dan alim ketika sudah tua mungkin lebih baik daripada alim di waktu muda dan nakal ketika sudah setengah baya. Soalnya kenakalan remaja itu beda jauh sama kenakalan om-om dan tante-tante. Makanya ada semboyan KANSAS, yang artinya Kami Anak Nakal Suatu saat Akan Sadar. Terimakasih dan salam eksperimen.

  2. @ Kakilangit
    Saya katakan begitu karena waktu masih kecil sampai remaja saya termasuk nakal, pernah tidak mau sekolah, merokok, dll. Tapi saya sadar pada saat yang tepat sehingga sekarang kaya akan pengalaman hidup. Tempaan kehidupan yang keras justru membuat saya jadi kuat dan tidak mudah menyerah pada keadaan. Terimakasih dan salam eksperimen.

  3. @ Kakilangit
    Dalam kehidupan yang keras, memang tidak harus nakal tapi kecenderungan untuk menjadi nakal sulit untuk dihindari. Menurut pendapat saya, sepanjang kenakalan tersebut tidak mengarah kepada kriminalitas dan rendahnya moralitas, masih dapat diterima. Perilaku dan sikap nakal mungkin merupakan mekanisme pertahanan diri secara psikis untuk beradaptasi terhadap lingkungan yang keras dan kurang kondusif untuk perkembangan jiwa anak. Menurut pengalaman saya, anak yang nakal selalu banyak akal ( cerdas ) dan kreatif, ini bisa dikenali dari ulah dan eyelannya yang tidak pernah monoton, selalu logis, dan sulit diduga karena pola pikirnya tidak linier. Biasanya juga memiliki peringkat yang bagus di sekolah tapi hanya sekitar 5 besar dan jarang peringkat 1 karena biasanya hanya menyukai beberapa pelajaran pokok dan tidak suka menjadi kutu buku. Jika seorang anak nakal suka mengerjai orang lain, maka cara mengerjainya juga selalu baru. Jika anak nakal diminta meyampaikan alasan tentang suatu kenakalannya, maka argumentasinya biasanya bagus dan tidak mengada-ada. Kalau suka nyeletuk, biasanya celetukannya spontan, kreatif dan nyambung dengan topik. Jadi pada umumnya orangnya spontan dan lucu. Sayangnya, banyak orang tua dan guru yang sering menyikapi dan memperlakukan anak nakal dengan cara yang kurang pas sehingga potensi-potensi positifnya terbunuh. Kalau sudah begitu maka potensi negatifnya yang akan berkembang seperti malas, apatis, cuek, dll yang akan menurunkan prestasinya dan bisa membuat masa depannya suram dan bahkan bisa mengarah ke hal-hal yang menjurus ke kriminalitas.
    Terimakasih dan salam eksperimen.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s