Berduka Cita

     
  Copy-Paste-Edit dari blog saudari Licha  
  Turut berduka cita atas gugurnya suara nurani mahasiswa, memilih bidang minat TA…    
 

30 thoughts on “Berduka Cita

  1. Pingback: ambil, atau sampai jumpa (tahun depan) « stand up!!!

  2. to koecing >>

    yang jelas apapun keputusan yang diambil dan dalam keadaan apapun itu, kita sebagai pihak yang membuat keputusan harus merasa ‘legowo’ terhadap apa yang telah kita putuskan dan mau bertanggungjawab atas semwa keputusan yang kita ambil.
    apalagi klo keputusan yang diambil itu bisa dianggap ‘blunder’, kita harus bisa membuatnya menjadi ‘advantage’. jangan hanya memikirkan kesalahan yang kita perbuat terus. hehhee… basih banyak keputusan berat yang mungkin harus kita ambil lagiπŸ™‚.

    dulu pernah mendapat pelajaran fisika tentang efisiensi kan? idealnya keputusan diambil tidak dengan paksaan, tp nurut fisika lagi bahwa keadaan yang ideal itu sulit tercapai…πŸ™‚

  3. @ guguk > yup! makasih mas guk… d’udah ngambil kputusan buat ngulang lagi. alhamdulillah orang tua juga bisa ngerti.. jadi lebih tenang juga.. (apalagi tnyt yg ambil kputusan buat ngulang lmayan byk..πŸ˜€ )

  4. @koecing > sep… apapun keputusan yang diambil klo bs konsultasi juga dengan ortu, setidaknya akan lebih tenang. tidak menurutin pikiran orang lain pikiran orang lain yang sama sama terpaksa ataupun orang luar yang sok tau ky aq iniπŸ™‚.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s