Iya, akhirnya aku bisa melepaskan amarahku.. tapi, …

Akai : Bagaimana perasaanmu sekarang?

Aku menatap dalam matanya sejenak, mencoba menerka apa maksud dibalik pertanyaannya itu. Kuhembuskan nafasku dengan sedikit berlebihan “Kamu tau? Baru kali ini aku marah sampe yang ngebentak ‘n triak k orang yang bikin aku marah” kemudian kupalingkan wajahku darinya. Aku tak kuasa menahan rasa bersalahku.

Akai tersenyum dan sekali lagi bertanya “apa yang kamu rasakan sekarang?”

Sambil tetap memalingkan wajah, kumenjawab pertanyaannya. “lega, tapi juga ngerasa bersalah. Aku ngucapin kata2 yg seharusnya gak aku ucapin. Aku juga udh ngucapin hal2 yang gak sesuai ma keinginanku” Kemudian hening sesaat, kemudian aku menambahkan, “Entahlah, disaat aku marah, aku sering menyembunyikan perasaanku yang sebenarnya. Misal, sebenernya aku gak pengen tu orang pergi dari hadapanku, tapi aku minta dia untuk pergi ninggalin aku”

“Tapi kamu ngerasa lega kan?”

“iya..”

“itulah kenapa aku selalu mengungkapkan apa yang kurasakan. Soalnya aku tau aku bakal ngerasa lega. Mknya aku sering memaksa kamu untuk ngeluarin apa yang kamu rasa” Menarik nafas sebentar, kemudian menambahkan “jujur, aku kaget sekaligus senang. Setelah sekian lama kita bersama, baru kali ini kmu marahnya bner2 lepas. Baru kali in kamu marah yang mpe triak2 gtu”

Mendengar itu, aku Cuma tersenyum kecil. Ya, memang benar baru kali itu aku marah dan berkata dengan suara tinggi ke orang lain. Selama ini, ketika aku marah, aku Cuma diam dan berkata dengan nada ketus. Biasanya aku butuh waktu untuk sendiri, untuk menenangkan diri dan pikiranku. Setelah itu, aku akan berhasil menetralisir amarahku, dan bisa menyampaikan rasa marahku dengan baik2, gak pake acara bentak ‘n triak.

Bukan maksudku untuk memendam perasaanku, tapi aku buth waktu untuk menangkan diri. Aku gak mau marah sampe yang teriak2 ‘n bentak2 gtu. Aku rasa itu nyakitin banged. Apalagi aku kadang klo lagi emosi sering bohong tentang prasaanku. Jadi berilah aku waktu sejenak tuk menetralisir semuanya. Memang, jujur kuakui, marah disertai dengan teriakan dan bentakan terasa menyenangkan ‘n terasa lebih cepat untuk lega. Tapi after effectnya aku gak suka. Aku ngerasa bersalah banged karena udh ngeluarin kata2 yang melukai. Memang mungkin, keinginanku tuk sendiri sementara waktu terkadang terasa menyakitkan bagi orang yang aku marahin. Palagi klo blm jelas aku marah gara2 apa. Kuakui, itulah kekuranganku dan masih brusaha kuperbaiki. Aku masih berusaha untuk bisa langsung marah dengan kata2 yang tepat, gak perlu pake triakan dan bentakan, dan gak perlu waktu lama lagi untuk menetralisir emosiku.

Jujur kuakui, aku ini orang yg lemah. Gak bisa dibentak. Huhuhuw.. jangankan dibentak, dengar suara orang lain ngebentak aja(walaupun bukan ke aku), aku udh ketakutan, dan jantungku langsung berdebar-debar. Oleh karena itu, aku brusaha untuk tidak membentak ato berteriak ke orang lain. Untuk itu, aku mohon maaf banged kepada temen2 yang kadang secara gak jelas tiba2 aku cuekin ‘n ak ngomongnya ketus.. aku mohon maaf banged ya… tapi aku brusaha tuk menghilangkannya dan bisa mengatakan isi hatiku secara baik2. Trimakasih ya atas support ‘n pengertian kalian semua selama ini. Diriku kan berjuang lebih keras lagi tuk jadi manusia yg lbh baik.. ^^

One thought on “Iya, akhirnya aku bisa melepaskan amarahku.. tapi, …

  1. Kata pepatah:
    awal dari kemarahan itu adalah “kegilaan”, dan akhirnya adalah penyesalan

    Dulu, ada rekan di kantorku yg marah sama aq. Dia malah lebih parah, sampe ngelempar sendal segala (untung g kena..hehhe)
    Aq tersinggung dong. Seminggu lebih kita diem2-an..
    Sampe ada temen yg ngingetin aq: Sesama muslim itu g boleh diem2-an lebih dari 3 hari..(dalam hati: harusnya dia minta maap dulu dong..)
    G lama setelah itu, dia nikah. Dan, dengan berbesar hati, aq ngalah.
    Aq dateng ke nikahannya dia bareng temen2.
    Kalo bicara harga diri, tengsin. Tapi, tengsin g akan menyelesaikan masalah.
    Pas di acara nikahannya, aq salamin dia: “selamat ya, semoga bisa membangun keluarga yg sakinah”
    Sejak itu, dia jadi g enak sendiri sama aq. Kalo aq sendiri nyantai.
    Tp, dari situ aq ngambil pelajaran:
    Kalo mau marah, bayangkan dulu efeknya gimana. Kalo sekiranya merugikan diri sendiri, mendingan ntar2 dulu marahnya..hehehe..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s