Bulan Ramadhan dan Segelas Susu

Dulu, sebelum akhirnya aku pindah k surabaya untuk melanjutkan studi, aku sempat aktif menjadi remaja masjid di daerah tempatku dibesarkan(eh, bner aktif gk ya? :D). Masjid itu namanya masjid Al-Abror. Setiap bulan ramadhan tiba, setiap harinya masjid tersebut menggelar acara ta’jilan bersama. Ibu2 jamaah masjid bertugas membawa ta’jil k masjid secara bergelir, sedangkan para remaja masjid bertugas dalam hal pelaksanaan acara ta’jilan. Walaupunn demikian, biasanya remaja yang piket dibantu juga ma anak2 yatim piatu yang bernaung di bawah yayasan masjid Al-Abror.

Remaja masjid yang bertugas juga bergeliran, biasanya tiap orang dapat tugas minimal sekali seminggu. Nah, karena orang2 yang piket ini dapat keistimewaan untuk mengatur perbukaan puasa, biasanya mereka(ehem, termasuk saya) ‘menyelamatkan’ makanan yg enak untuk dimakan sendiri… hehehehe..

Pada suatu bulan ramadhan, dihari diriku kebagian piket, ada seorang ibu yang memberi ta’jil gak biasa. beliau ngasi 1 panci susu! kontan saja kami rebutan! diriku, gak perlu ditanya lagi. sebagai seorang penggila susu, tentu aja akupun dengan segera mengamankan segelas susu untuk diminum sendiri.

Dalam waktu singkat, 1panci susu habis. banyak yang belum kebagian. Di saat itu, aku melihat suatu pemandangan yang sungguh2 menyentuh dan bikin mu nangis. Sepertinya ingatan ini akan terus membekas dan tidak akan pernah hilang. Waktu itu, aku melihat ada seorang lelaki remaja yang berbagi susu ma seorang anak laki2 lain. jadi mereka sama2 dapet setengah gelas. trus biar penuh, gelasnya d+ ama air keran dari t4 wudhu. hal itu langsung ditiru ma yang laen.

shit! rasanya diriku tertohok sekali. aku tau sebenernya anak2 yg berbagi susu itu gak piket, mereka adalah anak2 yatim. ngeliat itu rasanya mau nangis. mungkin bagi mereka, segelas susu merupakan barang mewah yang sulit didapat. sedangkan bagiku, susu dengan mudahnya kuperoleh. setiap aku pengen minum susu, tinggal bikin ato langsung beli susu kotak. Gara2 itu, segelas susu yg tadinya kusembunyikan dan kusimpan untukku sendiri kukeluarkan dan kuberikan pada yang lain. waktu itu aku jadinya gak minum susu. walau gtu, rasanya senang skali ngeliat anak yg kukasi susu tersenyum bahagia.

Kejadian itu bner2 bikin aku ngerasa amad sangat bersyukur. aku dilahirkan di tengah kehangatan kluarga yang lengkap dan kehidupan ekonomi yang cukup. kejadian itu juga mengajarkanku untuk lebih menghargai dan mensyukuri apa yg berhasil kuperoleh, karena belum tentu orang lain bisa memperoleh hal yg serupa padahal ia-pun sangan mendambakannya.

One thought on “Bulan Ramadhan dan Segelas Susu

  1. Pingback: Sedikit Introspeksi di Bulan Ramadhan « Mata Pendosa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s