Menerima Apa Adanya (Sebuah refleksi)

Aku sering mendengar, “Aku pengen punya pasangan yang bisa menerima aku apa adanya”. Tidak munafik, aku juga mengharapkan hal itu. Seseorang yang bisa membuatku merasa nyaman menjadi diri sendiri tanpa perlu berpura-pura.

Bersyukurlah bagi yang telah menemui seseorang yang bisa menerima apa adanya. Tidak menuntut untuk berubah menjadi spt yang ia inginkan. Tapi, apakah kita sudah begitu? Apakah kita sudah menerima dirinya apa adanya? Atau justru kita banyak menuntut dirinya untuk berubah menjadi seperti yg kita inginkan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s