Tentang Menerima Masa Lalu Pasangan Kita

Entah kenapa, kita(cewk) sptnya hobi banget ngorek2 masa lalu pasangan. Padahal itu Cuma bikin sakit. Iya gak sih? Perasaan cemburu, kesal, aarrrrggghhhh..!!! but hey! Itu masa lalu kan? Untuk apa dipermasalahkan? Yang sudah ya sudah. Dibahas sejumlah bintang-bintang di langit pun gak akan pernah ada habisnya, gak akan ngubah keadaan, itu SUDAH terjadi!

Aku, gak munafik sih.. aku juga suka melakukan itu. Tapi seiring waktu, hemm.. entah mungkin karena udah bilangan taun kali ya, jadi saya bosan! Hahahaha.. dan pikiran saya jd agak sedikit terbuka :P  dulu sih, hobi tuh ‘melukai’ diri sendiri bahkan jadi brantem2 gak jelas. Setelah kupikir2.. yah.. ngapain sih dibahas2 lagi. Yang penting kan yang sekarang. Itu kan masa lalu. Kita bisa jadi spt skarang ini kan karena adanya masa lalu. Mungkin, seandainya dia tidak melewati masa itu dia gak akan menjadi spt sekarang yang kita kenal.

Aku juga jadi blajar ikhlas untuk bisa menerima dia apa adanya. Aku bercermin, hey.. aku juga ternyata banyak kurangnya, masa laluku juga gak lebih bagus dari pasanganku. Kita sama, memiliki masa lalu yang mungkin klo sama2 diingat, itu menyakitkan. Kita sama2 pernah namanya merasa sakit, terkhianati.. untuk apa melukai diri sendiri (dan juga dirinya tentunya) lebih dalam lagi. Yang sudah, sudah.. untuk apa terpaku pada masa lalu. Lebih baik memandang ke depan. Apa yang kita lakukan sekarang, menentukan masa depan kita nanti 🙂

Merah, hitam, kelabu masa lalunya, adalah warna2 yang membentuk dia, yang aku kenal sekarang. Bukankah segalanya akan lebih indah jika kita bisa menerima masa lalu, yang akan dan sedang terjadi pasa pasangan? Memang sulit, tapi kita pasti bisa blajar untuk lebih menerima dan memahami pasangan seutuhnya. Tsaaaahhh!!! Ngemeng epe seh gue.. *koprol*

Masa lalu bukan untuk dipandangi, disesali atau sekedar untuk dikenang. Masa lalu itu ada, untuk kita ambil plajarannya. Supaya ke depannya kita bisa lebih baik lagi. Jadi Kalaupun mengorek masa lalu pasangan, pergunakanlah informasi tersebut dengan sebaik mungkin. Tarik plajaran yang bisa diambil, jangan hanya bisa tenggelam dalam rasa sakitnya saja. Terima, dan maafkanlah masa lalunya yang mungkin tidak bisa kita terima. Itu akan membantu kita jadi lebih kuat menghadapi semuanya. Toh bagaimanapun, dia sudah menceritakan dengan jujur. Aku yakin, pada saat menceritakan masa lalunya yang ia tau bakal membuat kita merasa tidak nyaman, ia-pun merasa tidak nyaman. Tapi setidaknya ia tetap bercerita dengan jujur, hargailah kejujurannya itu ^^

15 thoughts on “Tentang Menerima Masa Lalu Pasangan Kita

  1. Puss… nice post ^^

    aku suka kata2mu yang ini, “Merah, hitam, kelabu masa lalunya, adalah warna2 yang membentuk dia, yang aku kenal sekarang. ”

    Pus.. kangenn… dirimu apa kabarnya??🙂

  2. Aku bercermin, hey.. aku juga ternyata banyak kurangnya, masa laluku juga gak lebih bagus dari pasanganku. Kita sama, memiliki masa lalu yang mungkin klo sama2 diingat, itu menyakitkan…

    Gmn.. klo cmn masa lalu pasangan yg hitam, gelap gulita.. smtra masa lalu kamu msh kyk kertas putih polos… hehehe

    • well, aku tinggal menentukan, warna apa yang bakal aku torehkan di kertas putihku. Sejarah apa yang mau kutinggalkan. Idealnya aku ingin meninggalkan warna2 cerah yang menyenangkan pada lembaran hidupku. hehehe..

  3. Makasih ya stelah aq bca postingañ mbk jd agak sadar tp blom 100% masih dongkol blom bsa terima ms lalu dia tersiksa rasana sakit ht trus

  4. Saya masih sering merasa sakit hati dengan kelamnya masa lalu pasangan saya.
    Tulisan mbak buat hati saya sedikit lebih tenang.
    Terimakasih mbak.

  5. Huuufff sedikit legah dan tenang bisa baca artikel sist…
    Mksih Tuk postinganx ya, jgn bosen2 bikin referensi pnyemngat…
    Hhehhee…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s