Berhenti berharap itu sama aja nyerah!

Ada yang bilang, kalo gak mau ngerasa kecewa lagi, maka berhentilah berharap. Kalo kamu tidak mengharapkan apa2, maka apa yang bisa membuatmu kecewa?

Dulu, aku sempat berpikir seperti itu juga. Aku memutuskan untuk berhenti berharap. Lelah rasanya terus menerus merasa sakit karena kecewa. Tapi pada kenyataannya, sulit sekali memadamkan api harapan yg kumiliki. Gara2 itu, jadi berpikir lebih jauh, kurenungkan lebih dalam lagi. Kemudian tercetuslah pemikiran, apa berhenti berharap tidak sama dengan menyerah? Mungkin itu sebabnya sulit bagiku memdamkan api harapan, soalnya aku bukan tipe yang mudah nyerah.. hehehehe..

Klik buat tau gambarnya nyolong dari mana :D

Yosh! Jangan berhenti berharaaaapppp!!!! ^^

 

Coba bayangkan, ada seorang dokter menghadapi pasien yang sangat super kritis kondisinya, kemungkinan untuk bisa tetap hidup amat sangat kecil. Tapi si dokter berharap untuk bisa menyelamatkan nyawa pasien tersebut. Kebayangkan gimana matian2nya si dokter buat nyelametin nyawa orang tsb? Misalkan si dokter tidak berharap untuk bisa menyelamatkan nyawa orang tersebut, gimana tingkat kegigihan dokter tsb untuk menyelamatkan pasiennya? Beda kan ketika si dokter punya harapan untuk bisa menyelamatkan sama gak berharap sama sekali?

Itulah.. ketika kita berhenti berharap, semangat kita untuk mewujudkan impian kita jadi kendur. Sekecil apapun, semustahil apapun, jangan pernah berhenti berharap. Selain tangan kecil kita, toh di’atas’ sana ada ‘tangan besar’ yang tidak kita sadari turut campur dalam menentukan hasil akhir yang akan kita peroleh. Jadi, masih ada kesempatan untuk bisa terwujud๐Ÿ˜‰

Mungkin tidak salah jika berharap disetarakan dengan optimis. Tanpa rasa optimis, usaha kita untuk mewujudkan mimpi kita cenderung asal2an bahkan mungkin males2an. Berbeda jika dilandasi dengan rasa optimis. Kita bakal berusaha dengan serius bahkan mungkin mati2an untuk mewujudkan keinginan kita. Tentu hasilnya berbeda jauh antara sesuatu yang diusahakan asal2an dengan yang berusaha serius๐Ÿ™‚

Terus, gimana dong kalo ternyata kenyataan diluar harapan kita?

Pertama, kita harus nyadar, merasa sakit & kecewa ketika sesuatu tidak sesuai dengan harapan kita itu sesuatu yang wajar. Sangat manusiawi sekali. Namanya manusia kan punya emosi, kita bisa merasakan beragam emosi. Gak perlu menolak perasaan sakit & kecewa itu. Terima & akui saja perasaan itu. Menolaknya Cuma bikin hati jadi makin sakit.

Kedua, seperti yang kutulis sebelumnya, selain tangan kita yang bekerja, di’atas’ sana ada ‘tangan besar’ yang juga turut serta menentukan hasil yang akan kita peroleh. Tuhan lebih tau apa yang terbaik untuk kita. Ketika kita menerima sesuatu yang tidak sesuai harapan, mungkin memang belum waktunya, mungkin akan lebih baik kalau kita tidak menerimanya. Perbanyaklah prasangka baik tentang-Nya, kenapa Tuhan belum/tidak mengijinkan kita untuk memperoleh apa yang kita inginkan. Dengan begitu, perasaan kita akan jauuuhhh.. lebih baik. Ini adalah momen yang tepat untuk mempelajari ilmu ikhlas, membersihkan hati dari pikiran2 kotor๐Ÿ™‚

Selanjutnya, carilah pelajaran apa yang bisa diambil, hikmah apa yang bisa ditarik. Supaya kedepannya ketika mungkin kita dihadapakan dengan persoalan yang sama atau bahkan lebih kompleks, kita bisa lebih mempersiapkan diri dan memperkecil kemungkinan memperoleh rasa kecewa yang sama. Tidak ada salahnya kan belajar dari kegagalan untuk meraih sukses yang lain?๐Ÿ˜‰

Tidak mudah memang mengatasi rasa kecewa. Tapi bagaimanapun, itu harus dihadapi. Menurutku merasa kecewa jauh lebih baik daripada kita berhenti berharap. Mungkin ketika kita berhenti berharap, dunia kita hanya akan terdiri atas satu warna. Sungguh membosankan.

One thought on “Berhenti berharap itu sama aja nyerah!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s