Jalan Cinta

Dulu sekali, ada sepasang kekasih yang tinggal di sebuah desa. Mereka berdua saling menyayangi. Akan tetapi, hubungan mereka ini tidak direstui oleh orang tua si gadis, karena masih ada banyak pemuda lain yang dirasa lebih layak untuk mendampingi putrinya. Hal inilah yang memacu si pemuda untuk merantau. Ia ingin mengumpulkan kekayaan dan kembali dengan dagu terangkat, kemudian melamar gadis yang dicintainya tersebut.

Pendek cerita, bertolaklah sang pemuda dari desanya. Ia berjanji setiap bulan akan menemui kekasih hatinya di perbatasan desa. Bulan demi bulan berlalu, mereka rutin bertemu di tempat dan waktu yang sudah disepakati.

Di tahun kedua, tepatnya di bulan yang ke 18, si pemuda tidak datang pada waktu yang dijanjikan. Si gadis berpikir, mungkin pemuda pujaannya tengah sibuk, karena memang pada beberapa pertemuan terakhir mereka, si pemuda bercerita bahwa ia sedang ada pekerjaan hebat dan sangat sibuk. Sore hari menjelang, namun sang pujaan hati tak kunjung datang. Maka, si gadis memutuskan untuk pulang dan akan datang keesokan harinya. Sayangnya, keesokan harinyapun, pemuda yang ditunggunya tidak datang juga. Maka si gadis memutuskan akan kembali lagi keesokan harinya. Hal ini terjadi terus hingga tak terasa hari telah berbilang bulan. Namun si gadis tetap setia menanti kedatangan kekasih hatinya di tempat yang telah disepakati.

Pada suatu hari, ada pemuda yang kembali dari perantauannya. Sayang pemuda itu bukan pujaan hati si gadis. Pemuda itu pulang sambil membawa berita, ia sampaikan pada si gadis bahwa dalam perjalannya ia bertemu dengan kekasih hati si gadis. Ia katakan bahwa pemuda pujaan hati gadis itu saat ini sudah menjadi pengusaha sukses di kota lain. Tapi sayang, rupanya hati kekasih si gadis telah berpaling. Disampaikan bahwa ia telah menikahi anak seorang janda tua yang kaya raya. Si gadis terkejut mendengar berita itu, tapi ia tidak percaya. Ia tetap melanjutkan penantiannya di tempat yang telah disepakati. Ia percaya, pemuda yang ia puja akan segera datang menjemput dan menikahinya.

Si gadis sebenernya bukanlah gadis yang cantik seperti yang selalu kita baca pada dongeng2, ia hanya gadis biasa saja. Namun perangainya yang halus dan berbudi pekerti luhur itulah yang membuat orang jatuh hati. Menyebarnya berita bahwa si gadis telah ditinggalkan oleh kekasih hatinya, beberapa pemuda di desa itu memberanikan diri untuk meminangnya. Sayang, semua pinangan ditolak si gadis. Ia dengan tegas mengatakan, akan tetap menanti pemuda yang sangat ia puja.

Orang tua si gadis sangat malu juga marah pada putrinya. Maka diusirlah si gadis dari rumahnya. Sejak itu, si gadis semakin sering terlihat di perbatasan desa, tampak menanti seseorang. Tidak ada yang tau si gadis makan ataupun tidur di mana. Pakaian compang-camping, tubuh kotor dan kurus, orang2pun mulai menyebutnya gila.

Si gadis tidak peduli dengan orang2 di sekitarnya. Ia tau sekarang disebut gadis gila, tapi ia memilih tetap setia dengan penantiannya.

Setelah sekian bulan, tiba2 si gadis tampak menetap terus di tempat ia biasa menanti. Tidak terlihat sedikitpun si gadis beranjak dari tempat penantiannya. Hingga kurang lebih selama seminggu, tiba2 saja gadis itu menghilang. Akan tetapi, di tempat ia biasa menanti terbentuklah sebuah lubang yang berbentuk . Ada yang bilang, lubang berbentuk itu merupakan jelmaan dari si gadis, ia bermaksud menandai tempat yang telah disepakati untuk bertemu dengan pemudanya. Mungkin si gadis khawatir jika suatu hari nanti pemudanya itu datang dan lupa di mana tempat yang sudah mereka sepakati untuk berjumpa.

Lubang berbentuk itu sudah berulang kali diusahakan agar ditutup, tapi selalu saja tercipta lubang yang sama kembali. Bahkan dijaman jalan sudah beraspal seperti saat ini, tidak bisa menutup lubang tersebut. Ada yang bilang, lubang itu baru bisa ditutup jika ditutup oleh pemuda pujaan si gadis atau mungkin keturunan langsung dari si pemuda. Ada juga beberapa orang yang mengaku pernah melihat penampakan si gadis. Mungkin saja gadis itu masih menunggu pemudanya sampai saat ini, dan menampakkan dirinya di hari2 tertentu, di waktu yang sudah mereka sepakati.

Sekarang jalan itu bisa kamu temukan di Surabaya, ada di jalan Embong Kenongo🙂

** ini Cuma cerita karangan.. tapi jalan Embong Kenongo yang ada lubang itu beneran ada. Emang udh berkali2 ‘ditambal’, tapi tetep aja muncul2 lagi. Gak tau kenapa.

2 thoughts on “Jalan Cinta

    • Dear John kalo gak salah judul film ye? Emang film sedih ya? kirain film lucu2an..😆
      belum pernah nonton itu.. kapan2 deh aku tonton..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s