Kepadamu, Utaraku…

FYI, ini repost dari note d fb-ku. Rasanya sayang aja gak di post di ‘rumah’ yang ini. Postingan ini bakal jadi postingan pertama yang berada pada kategori mumbling.:mrgreen:

****

Kamu utara, aku selatan. Begitu bertolak belakangnya kita, hingga hanya pelangi yang sanggup menjembatani dan mempersatukan kita. Jemu rasanya hanya mendengar kabarmu dari angin Utara yang kebetulan lewat.

Mungkin ini memang salah kita. Bukankah dulu sudah pernah kutunjukkan? seseorang menulis “Jangan berharap untuk dipersatukan jika kamu menduakan-Nya” Sayang, dulu kita begitu muda dan mudah terbawa emosi. Hingga Tuhan-pun menegur kita, menjadikanmu Utara dan aku Selatan, entah sampai kapan.

Kamu tau? setiap Angin Utara datang,aku selalu duduk manis mendengarkan ia membawakan kisah2 dari negeri Utara. Dan diakhir cerita, ia selalu menyampaikan pesan rindumu padaku. Aku senang sekali ^^

Oya, tampaknya biji palem yang kamu tanam di langit sudah mulai tumbuh. Kupikir waktu itu kamu bodoh sekali, memunguti biji2 palem. Kamu bilang, kamu akan memanjati kaki langit dan menebar biji2 palem tersebut di langit. Supaya ketika kita terpaut jarak, aku akan tetap mengingatmu dan kampung halamanmu yang akan aku tinggali. Aku tidak menyangka, kamu benar2 melakukannya! dan ternyata, memang benar, aku tidak melupakanmu.

Angin Utara yang kebetulan datang di malam hari selalu menggodaku jika mendapatiku tengah asik memandangi langit dan tersenyum2 sendiri. Aku malu sekali.. tapi ia bilang, kamu-pun melakukan hal yang sama. >.<

Ah, aku tiba2 tringat suatu kali Angin Utara pernah memintaku memandang lekat2 bintang di Utara yang paling terang. Ia bilang suatu kali kamu akan menitipkan pesan melalui Bintang Utara, jika suatau kali Angin Utara berhalangan. Sejak itu, aku tidak pernah absen memandangi bintang Utara. Bahkan telah menantinya jauh sebelum ia mulai terbit. Kenyataan itu membuatku sangat bahagia dan menyadari betapa Tuhan maha baik, walaupun kita berpisah, setidaknya kita masih berada pada satu kubah langit yang sama🙂

Suatu kali, angin utara menggodaku. Ah, angin utara memang jahil, sering sekali ia menggodaku. salah satu yang aku ingat(lagi), ia bilang kamu pernah mengatakan melihat bintang di Selatan bersinar terang dan berdenyut2. Kamu bilang, itu adalah denyut2 sinyal cinta yang aku miliki. Apa itu benar? kamu gombal sekali.. aku jadi malu :”>

hei Utara, apakah kamu sadar? kepadamu kugantungkan sebagian cinta dan harapku. terdengar bodoh memang, tapi aku melakukannya! dan oleh karena itu, tak jemu aku meminta pada Tuhan agar kita kembali dipersatukan. Kamu juga melakukan yang sama kan? Ah, semoga saja Tuhan segera mempersatukan kita kembali.

Sudah dulu ya Utara kekasihku, aku benar2 berharap surat ini bisa sampai kepadamu. Hahaha.. kamu tau kan, betapa jari2ku sangat senang menari. Semoga saja laut berbaik hati menyampaikan surat ini padamu. Atau mungkin ada makhluk laut yang berbaik hati membantuku menyampaikan ini. Kuharap nanti aku bertemu dengan lumba2 yang dulu pernah dengan manjannya memintaku untuk membelainya. kamu ingat kan? ^^

Oya, begitu surat ini sampai, kamu tidak perlu membalasnya. aku masih ingat bagaimana kamu alergi membiarkan jari2mu menari😀

 

ps: Aku sangat merindukanmu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s