Mengunjungi Pulau Sempu di Musim Hujan

Setelah menceritakan beberapa acara mbolangku, rasanya kurang lengkap kalo aku belum cerita tentang Pulau Sempu:mrgreen: (yah.. pernah kusinggung dikit sih di sini) Sebenarnya, udah agak basi sih cerita ini. Hehehe.. Waktu itu aku mengunjungi P.Sempu ini di bulan Oktober 2010, setelah libur Idul Fitri. Tepat saat musim hujan!

Waktu itu perginya bersama rombongan teman2 yosakoi CLC-ITS(sekitar 20 orang). Rencana perjalan direncanakan cukup jauh hari sebelum hari keberangkatan. Mulai dari transportasi, logistik, hingga hal2 lain yang dibutuhkan untuk bisa bertahan hidup selama 2 hari 1 malam๐Ÿ˜Ž

Kami berencana untuk menghabiskan waktu di Sempu saat weekend. Berdasarkan teman yang sudah berpengalaman, saat2 weekend biasanya ramai. Apalagi sudah dapat kabar mau ada rombongan lain juga yang hendak bermalam. Jadi sepertinya akan rebutan ‘lahan’ untuk bisa bermalam. Oleh karena itu, kami berencana berangkat dari Surabaya dini hari, agar sampai di sana pagi hari.

Sekitar pukul 1 dini hari, kami berangkat dengan menggunakan 2 buah elf menuju P.Sempu. Oya, mungkin ada yang belum tau, di mana sih P.Sempu itu? P.Sempu masih masuk daerah Malang(walaupun Malang coret๐Ÿ˜› ) Nyebrang dari Pantai Sendang Biru. Pulau Sempu ini langsung berhadapan dengan keganasan Samudra Hindia๐Ÿ˜Ž

Yah.. kalo diliat dari google-map, kurang lebih Sempu itu di situ:mrgreen:

Sekitar pukul 8 pagi, kami sampai di Sendang Biru. Sarapan2 dulu, baru deh nyebrang ke Pulau sempu. Jarak pulau sempu dengan pantai Sendang Biru cukup dekat. Tapi cukup jauh untuk ditempuh dengan berenang๐Ÿ˜€ Nyebrang menggunakan perahu, bisa ditempuh tidak sampai setengah jam. Kebayang kan deketnya? Oya, sewaktu hendak menyebrang, keadaan sedang gerimis, bahkan malam sebelumnya hujan. Jadi diperingati untuk berhati2 karena medan(jalan) yang akan ditempuh bisa dipastikan sangat licin dan (agak) berlumpur.

Lihaaaattt.. Pulau Sempu-nya dekat kan?๐Ÿ˜Ž

Begitu mendarat di Sempu, kami masih harus berjalan kaki sekitar 2km atau bahkan lebih menuju pantai Segara Anakan. Kami berniat bermalam di pantai Segara Anakan ini. Tapi jangan bayangin kami menginap di hotel ya!:mrgreen: Sepanjang pengetahuan saya yang tidak panjang, Di pulau sempu ini tidak ada bangunan apalagi kendaraan bermotor. Jadi kalau mau bermalam, ya nenda.. hehehe..

Memang sebelumnya sudah diperingati bahwa medan yang kami tempuh akan sangat licin dan berlumpur. Tapi pas di medannya langsung, tetep aja shock! Parah gila! Kakiku bisa tenggelam di dalam genangan lumpur hingga mencapai paha! Lucunya, seringkali pas kaki kuangkat dari dalam genangan lumpur, sepatuku tertinggal di dalam lumpurnya!๐Ÿ˜† Tidak ada foto selama ‘lulur lumpur’ ini. Yah, bawa barang bawaan aja sudah cukup sulit untuk menjaga keseimbanggan. Bisa sangat berbahaya kalo megang2 benda elektronik. Bisa2 jatuh, trus kecemplung di lumpur. Belum lagi misa membentur akar pepohonan. Oya, aku lupa bilang klo perjalanan menuju pantai Segara Anakan itu berupa hutan. Hehehe..

Dengan medan yang separah itu, katanya sih perjalanan bisa selesai paling cepet sekitar 3jam. Tapi klo keadaan medan normal(saat kemarau), paling sekitar 1jam, pantai segara anakan sudah bisa dicapai. Memang perjalanan yang ditempuh cukup berat, apalagi ada 1 medan yg menurutku cukup menantang. Di jalan dan kaki yang juga licin, harus berjalan di atas jalan setapak yang bersebelahan langsung dengan laut dengan dinding2 karangnya. Kalo kepleset, habislah.. tapi saat sampai di TKP, semua rasa lelah, dan deg2an terbayar lunas semua..๐Ÿ˜Ž

Pemandangan di Segara Anakan

Samudra yang sedang tenang

Oya, pantai Segara Anakan ini sendiri bisa dibilang unik. Mungkin bisa dibilang semacam danau juga. Danau yang dikeliling oleh karang. Dinding sebelah luarnya berhadapan dengan samudra hindia. Di salah satu bagian karang itu, ada yang bolong, tempat air masuk sekaligus pemecah ombak samudra. Keren bangeeeettt!!! Subhanallah.. kalo ada kesempatan, pengen deh bisa ke sana lagi. Tapi kalo bisa jangan waktu musim ujan lagi..๐Ÿ˜†

Saat terang, mata dimanjakan dengan pemandangan laut yang indah. Sedangkan malam hari, mata dimanjakan dengan kelap kelip kunang-kunang dan bintang-bintang yang bertaburan di atas selimut bernama langit (waktu itu aku liat bintang jatuh lhhhoooo!!!๐Ÿ˜Ž ). Terus di tambah alunan merdu suara alam, debur samudra hindia yang menghantam karang. Subhanallah..

Ada kejadian lucu yang waktu itu kami alami. Saat malam hari, tiba2 air laut pasang! Jadilah banjir. ‘Lahan’ tempat kami berkemah-pun tidak luput dari hajaran laut yang sedang pasang๐Ÿ˜€ Padahal ‘lahan’ tempat kami berkemah cukup jauh dari laut. Memang katanya, pasang waktu itu tidak seperti biasanya. Waktu itu tidak ada lahan berkemah yang selamat dari genangan air laut yg sedang pasang. Jadi tempat2 yang biasanya kering, ya basah deh.. hehehe.. Kebanyakan dari kami naik ke atas bukit dan duduk2 di atas, menunggu hingga laut cukup bersahabat.:mrgreen:

Keesokan paginya, pantai tampak surut sesurut surutnya. Hingga kita bisa berjalan mendekati karang yang berlubang, tempat air laut masuk. Hehehe.. Setelah sarapan, kami bermain air sepuas2nya. Sungguh pengalaman yang sangat berkesan! Hehehe.. dan lebih berkesan lagi saat kembali ke tempat yang kaya sinyal. Soalnya aku ditelp & diomelin abis2an sama ortuku gegara tidak bisa dihubungi selama di pulau sempu๐Ÿ˜† (maklum.. di Sempu fakir sinyal. Musti siap terputus hubungan dari dunia luar๐Ÿ˜€ )

Bermain Air:mrgreen:

Foto Keluarga๐Ÿ˜€

Sayang sekali waktu sangat terbatas, setelah puas main air, kami harus segera pulang๐Ÿ˜ฆ (aslinya sih blm puas main air >.< ) Perjalanan pulang sendiri ditempuh dengan 1 buah elf. hehehe.. kan sebagian besar logistik sudah dihabiskan selama di Sempu. Jadi barang bawaan lumayan banyak berkurang:mrgreen:

dan begitulah..ย  mengunjungi Sempu di musim hujan ini, tampaknya bakal jadi salah satu moment yang masuk dalam list unforgetable moments-ku :cool:ย  Mungkin kalo baca gini, masih kurang terasa serunya, tapi aku saranin deh.. kalo pengen nyoba tantangan kecil2an, cobalah kunjungi Sempu di musim hujan!๐Ÿ˜†

6 thoughts on “Mengunjungi Pulau Sempu di Musim Hujan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s