Melangkah Menuju Kepunahan (Massal) :'(

Berawal dari ‘kampanye’ yang diusung National Geographic tentang 7 Miliar Manusia, aku baru sadar betapa padatnya bumi ini dengan manusia. Kepadatan tersebut tentunya membawa berbagai dampak (negatif). Karena bagaimanapun, makhluk hidup tentunya memiliki kebutuhan dasar yang harus dipenuhi (Seperti makanan, tempat tinggal, dan pakaian *untuk manusia*). Padahal penghuni bumi tidak hanya manusia. Tentunya akan terjadi persaingan besar-besarn untuk memenuhi kebutuhan yang mendasar tersebut.

Aku sepakat dan percaya, bahwa alam beserta segala entitas yang terdapat di dalamnya secara naluriah akan menyesuaikan diri menuju kestabilan/keseimbangan. Hal inilah yang menyebabkan adanya hubungan sebab-akibat. ‘Ruang’ di bumi ini terbatas, dengan membludaknya jumlah manusia (sebentar lagi mencapai angka 7 Miliar, dan kemungkinan besar masih akan terus bertambah) yang tinggal, dan juga masih harus berbagi dengan makhluk hidup lain, tidak menghapus kemungkinan akan punahnya suatu spesies(entah karena persaingan makanan atau tempat tinggal atau juga sebab lainnya).

Beberapa hari lalu, baca sebuah berita di National Geographic Indonesia (yang diambil dari situs kompas) bahwa Hutan Sumatra saat ini masuk dalam Daftar Warisan Dunia yang Terancam akibat perusakan. Ada rasa malu yang merasuk. Indonesia gitu looohhh… ‘Tanahnya’ luas, perairannya juga luas.. bisa-bisanya salah satu hutan di Indonesia masuk dalam kategori itu. Malu dan sedih😥 Kemudian hari ini, baca berita di detiknews tentang Harimau Sumatra yang memasuki pemukiman penduduk. Ada rasa khawatir begitu membaca judulnya, khawatir penduduknya kenapa-kenapa, juga khawatir harimaunya bakal ditembak mati sama penduduk setempat sebagai perlindungan diri. Memang, sudah diinformasikan jika penduduk melihat keberadaan harimau untuk segera melaporkan ke pihak yang bertugas menanganinya. Tapi seandainya dalam keadaan terdesak, siapa yang tau kan? Tapi semoga saja tidak perlu ada penduduk juga harimau yang mati dalam masalah ini.

Apakah masih terlintas pertanyaan kenapa Harimau bisa-bisanya sampai ‘turun’ ke pemukiman? Jawaban yang masuk akal atas pertanyaan itu rasanya Cuma satu, karena habitanya terusik. Ulah siapa lagi kalau bukan karena tangan manusia (yang serakah). Harimau tidak menuntut balas, dia hanya mengikuti nalurinya untuk menghapus rasa laparnya. Setiap makhluk hidup memiliki insting untuk bertahan hidup. Ia butuh makan, itulah kenapa ia sampai ‘turun’ ke pemukiman.

Udah pada tau kan? Kalo Harimau Sumatra ini termasuk hewan yang dilindungi dan keberadaannya terancam punah. Jangan sampai Harimau Sumatra menyusul kepunahan harimau jawa, harimau bali, juga hewan lainnya yang telah punah. Sebenarnya tidak Cuma harimau yang keberadaannya terancam punah. Mengambil dari majalah gogirl edisi Maret 2011, saat ini lebih dari 500 spesies hewan telah punah dan setiap tahun, minimal ada SATU dari 5000 hewan langka yang mati. Berikut ini adalah 7 diantara sekian jumlah hewan yang terancam punah (masih mengambil dari majalah gogirl edisi Maret 2011)

  1. Panda
  2. Harimau Sumatra
  3. Komodo
  4. Tarsius
  5. Orang Utan
  6. Badak Jawa
  7. Paus Abu-abu

Punahnya suatu spesies, tentunya akan membuat ‘pincang’ rantai makanan. Jadi tidak heran jika suatu spesies punah, maka akan diikuti kepunahan spesies lainnya. Yuk kita selamatkan sebelum terlambat. Kalo nggak, bisa-bisa suatu saat keberadaan manusia-pun akan punah😦

Mungkin terbersit di hati ingin melakukan sesuatu untuk menyelamatkan spesies2 yang terancam punah, tapi bingung harus melakukan apa. Awalnya aku juga begitu. Tapi kupikir, hal besar (bisa) dimulai dari hal kecil kan?😉 Bisa kita mulai dari diri sendiri. Tidak munafik, aku sendiri belum bisa benar-benar terlepas untuk tidak menggunakan produk-produk yang memiliki potensi merusak alam (seperti penggunaan kertas, tisu, dan plastik). Tapi aku sudah mulai dan masih terus berusaha untuk mengurangi dan mengendalikan penggunaan atas barang-barang tersebut. Hal simple ini kuharap cukup bisa membantu. Selain itu juga masih ada hal lain yang bisa kita lakukan, seperti bergabung dan memberi donasi pada organisai-organisasi yang menaruh perhatian besar pada kegiatan konservasi, seperti Greenpeace dan WWF. Oya, kalo bergabung dengan greenpeace, bisa dapet newsletter secara berkala lho. Kita bisa dikirimi email mengenai isu-isu terbaru, dan secara berkala dikirimi buletin yang telah dicetak dengan menggunakan 100% kertas daur ulang. Entah bagaimana dengan organisasi lainnya:mrgreen: Nah, setelah mulai dari sendiri, akan lebih mudah untuk ‘merangkul’ orang lain. Harapannya, semua orang pada akhirnya akan tersadar, dan kita akan (kembali) menjalani kehidupan yang selaras dan seimbang dengan spesies lain tanpa harus menemui kepunahan😉

6 thoughts on “Melangkah Menuju Kepunahan (Massal) :'(

    • terimakasih ya.. mohon bantuannya juga supaya lebih banyak orang yang peduli.. hehehe

      eh btw2, ini devi tmn mb’ulpe bukan ya? hehehehe…

    • Menurutku, karena kita numpang tinggal di bumi, maka ada baiknya kita memberi sekedar ‘ucapan terima kasih’ kepada bumi😛

      Idealnya, tidak hanya memikirkan keberlangsungan hidup diri sendiri. Tapi juga memikirkan keberadaan makhluk lain di mana kita berbagi tempat tinggal. Tapi kadang yang namanya insting bertahan hidup bisa mengalahkan logika.

      Menurutku(lagi), perlu juga adanya upaya pengendalian ledakan jumlah penduduk. Ah, sebenarnya tulisanku di atas ini bisa ‘dimekarkan’ ke mana2. Tapi tulisan di atas fokus utamanya di upaya (ajakan) utk melestarikan hewan2 yang nyaris punah sih.. hehehe..

      Sebenarnya juga, di bagian yang kubilang rantai makanan jadi ‘pincang’, punahnya suatu spesies, bisa juga menyebabkan spesies lain beradaptasi dan menemukan makanan baru (subtitusi) ~inget teori seleksi alam kan?:mrgreen:

      Intinya, ingatlah di bumi ini tidak hanya manusia. Kita berbagi ‘ruang’ dengan makhluk lain. Jangan sampai keberadaan kita (yang jumlahnya meledak) menyebabkan ‘ruang’ untuk makhluk lain tinggal menyempit atau bahkan sampai hilang. *tiba2 ngebayangin harimau gelandangan*

  1. Pingback: Kenapa sih, kita harus peduli sama hewan/tanaman yang terancam punah? « Animalia Ranger

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s