mbolang kilat ~ madura [part 2/end]

Sesuai janji di postingan sebelumnya, di postingan kali ini aku bakal cerita tentang perjalanan pulang yang kutempuh. Waktu itu juga sebenarnya agak berat gitu sih mau balik Surabaya. Masih ada yang pengen dikunjungi. Jadi awalnya, waktu ngerencanain bakal keliling Madura 2 hari 1 malem, kami berencana di Sumenep bakal main ke Pantai Lombang sama pantai Slopeng juga.. hehehe.. Tapi ya, gimana ya..:mrgreen:

Aku tidak begitu ingat masalah waktu. Kalau tidak salah, sekitar jam 2 siang kami mulai tancap gas, cabut dari Sumenep. Tapi kami gak langsung menuju Surabaya gitu aja sih, mampir-mampir dulu:mrgreen:

Di daerah Pamekasan, kami mampir ke Tambak Garam Pademawu. Sungguh pemandangan yang sangat ‘asin’. Asin karena melihat garam bertebaran, juga asin karena keringat yang bercucuran😆 (madura panas betul bo’!)

Di tambak garam ini, kami sempat ngobrol-ngobrol sama para petani garam. Mereka ramah banget! Bahkan kami ditawari untuk membawa sebotol aqua berisi garam😆 Kami juga diperbolehkan lho nyobain niru kegiatan mereka saat panen garam. Aku nyoba ‘ngeruk’ tambaknya ternyata berat juga ya.. hehehe..

Tambak Garam Pademawu

Dari petani garam di Tambak ini juga aku jadi sedikit dapat gambaran tentang dunia pergaraman. Dalam sebulan, 1 petak tambak bisa dipanen dua kali(berbeda lagi kalo musim hujan >.<). Pengisian air ke petak-petak tambak ini juga cukup unik (menurutku). Selama ini aku Cuma pernah main ke tambak udang/bandeng/kepiting (ini juga Cuma yang di seputaran Surabaya sih). Di tambak-tambak yang pernah aku liat itu, pengisian air di setiap petak tambak biasanya pake sistem ‘buka-tutup’. Tapi kalau di tambak garam- Madura, bisa dibilang pake sistem semacam pompa. Itupun pompanya mengandalkan tenaga angin. Jadi berasa seperti di Belanda gitu deh, ngeliat kincir angin bertebaran😆

Di antara petak-petak tambak, ada semacam rumah-rumahan. Ternyata rumah ini merupakan gudang penyimpanan garam untuk sementara. Jadi garam hasil panen untuk sementara disimpan di ‘rumah’ ini. Nanti akan dimasukkan ke dalam karung-karung yang kemudian akan diborong pengepul.

Aku sangat terkesan sekali dengan keramahan yang ditunjukkan para petani garam ini. Kesan orang Madura galak-galakpun dengan sendirinya luntur di mataku. Hehehe..:mrgreen:

Selepas dari tambak garam, kami mengunjungi tebing-pantai Jumiang. Kebetulan aku ada janji untuk bertemu dengan sahabatku yang sudah lama tidak jumpa :’) Sialnya, saat di tebing Jumiang, batt cameraku habiiiiissss😦 jadi tidak terlalu banyak foto-foto. Padahal kan udah lama gak ketemu. Pengen foto-foto buat kenangan. Soalnya gak tau kapan bisa ketemu lagi😥

Di Tebing Jumiang

Di waktu super singkat itu, kami saling bertukar kabar dan sahabatku ngajak mampir sebentar ke pantai Jumiang, tempat budi daya rumput laut. Tapi aku gak terlalu merhatiin juga sih, asik ngobrol sama sahabatku. Hehehe.. lagipula waktu itu sore hari. Tidak terlalu banyak yang bisa dilihat. Waktu itu Cuma tampak 3 orang yang tengah sibuk ‘panen’ rumput laut. Menurut sahabatku, biasanya ‘panen’ rumput laut paling ramai dilakukan saat pagi hari. Itulah kenapa di sore hari tampak sepi.

Sahabatku itu cukup pengertian. Khawatir aku & akaiku bakal kemalaman di jalan, dia segera mengusir kami untuk kembali ke Surabaya😆

Sekitar jam 6 sore, kami cabut dari Pamekasan, ngejoss menuju Surabaya. Daaaaaannnn… itu merupakan perjalanan panjang yang melelahkan, membosankan dan juga, horor! Jadi kan jalannya lurus-lurus aja, bikin cepat bosan juga ngantuk. Udah gitu kabarnya daerah tersbut cukup rawan. Soalnya ada beberapa tempat, terutama jalan dari Sampang menuju Bangkalan, jalannya rusak juga tidak ada lampu! Beneran kerasa horornya! Gelap-gelap, orang-orang pada ngebut (kami juga sih), terus melewati semacam hutan yang jalanannya rusak. Itulah kenapa aku sangat tidak menyarankan kegitan kami ini ditiru. Benar-benar berbahaya! Alhamdulillah, kami berhasil sampai Surabaya dengan selamat. Sekitar jam 9malam kami sudah di kamar kos masing-masing (aku di kosan adek :D). Sampai di kos, mandi terus langsung tepaaaarrrr…😆

Oya, kalo mau liat foto-foto lain, bisa coba liat di album fb sini aja ya.. hehehe..

2 thoughts on “mbolang kilat ~ madura [part 2/end]

  1. Pingback: Ternyata, di Surabaya juga ada Planetarium! « Mata Pendosa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s