Mengetahui ‘pasang-surut’ Hubungan Suatu Pasangan

Berawal dari memperhatikan diri sendiri juga orang-orang di sekitarku, terutama yang berada di dunia maya, aku menarik sebuah kesimpulan bahwa: Kita bisa mengetahui pasang surut hubungan suatu pasangan dengan melihat aktivitas di situs jejaring sosialnya:mrgreen:

Kalau hubungan suatu pasangan lagi ‘hangat’ atau katakanlah ‘pasang’, biasanya mereka sering (mungkin tanpa sadar) menyebut nama pasangannya dalam status ataupun seringkali membahas sesuatu yang berhubungan dengan pasangannya, atau juga berinteraksi dengan cukup intens di dunia maya (misal saling berbalas twit atau komen-komenan di Facebook). Nah, kalau lagi ‘surut’ atau ‘dingin’, yang terjadi kebalikaannya. Mungkin aku bisa terbilang jarang buka facebook dan memperhatikan updatepan teman-teman lain, jadi perubahan-perubahan dari setiap pasangan lebih terasa:mrgreen:

Biasanya, orang-orang yang baru jadian sampai rentang sekitar 3 bulan, itu lagi anget-angetnya. Twitter, facebook isinya yang berhubungan dengan pasangannya. Kadang ini juga bikin risih, beberapa pasangan kadang terlalu menunjukkan kemesraannya secara berlebihan (menurutku). Akhirnya malah bikin (aku) yang baca ‘geli’ sendiri. Aku pernah mengunfollow seseorang karena menurutku dia terlalu ‘mesra’ dan entah kenapa aku merasa dia melakukan itu tanpa perasaan benar-benar sayang (Makanya bacanya jadi sangat ‘geli’) Ternyata feelingku bener, beberapa waktu kemudian dia sudah ganti pasangan baru (lagi) -.-‘ *yang kayak gini ini kan yang bikin malu. Udah mesra-mesra berlebihan taunya gak jadi.

Aku juga tidak memungkiri sih, aku sendiri suka menunjukkan kemesraanku sama pasangan di dunia maya –situs jejaring sosial. Tapi karena apa yang sudah kurasa dari melihat kemesraan orang lain, yang bisa membuatku geli sendiri, aku jadinya berusaha untuk pamaer sewajarnya😛 Walau yah, parameter orang kan beda-beda ya, mungkin aku pamer ‘segitu’ juga ada yang tidak suka denganku:mrgreen:

Mendengar curhat teman juga, aku semakin sadar, kadang menunjukkan kemesraan di dunia maya juga bisa bikin seseorang atau lebih merasa tersakiti, dan mungkin akhirnya jadi mendoakan sesuatu yang jelek untuk kita dan pasangan kita (misalnya didoain hubungannya jadi kandas) Jadi intinya, berhati-hatilah kalau mau pamer kemesraan dengan pasangan di dunia maya😉

Oke, kita kembali ke topik tentang ‘pasang-surut’ tadi, selepas 3 bulan biasanya intensitas kemesraan menurun. Waktu lagi hangat, mungkin hamir setiap hari (bahkan setiap saat) pasangannya akan disapa di situs jejaring sosial. Mulai dari sekedar mengucapkan selamat pagi bahkan sampai mengingatkan untuk melakukan sesuatu😆 Selepas bulan ketiga, intinsitas ini menurun. Dari yang tadinya hampir setiap hari menyapa pasangan setiap hari, jadi hampir seminggu sekali atau mungkin sebulan sekali, atau malah tidak ada sama sekali😛 Bahkan menurutku, kadang komentar-komentar/reply-an yang diberikanpun terkesan dingin atau sekenanya. Tapi ini biasanya berlaku untuk pasangan yang menjalani hubungan jarak dekat. Berbeda lagi dengan pasangan yang menjalani hubungan jarak jauh(LDR).

Pasangan yang menjalani hubungan jarak jauh, umunya ‘grafik pasang surut’ lebih tidak menentu dan tidak bisa diprediksi. Grafik pasangan LDR tuh seperti roller coaster! Naik, turun, bahkan meliuk-liuk😆 Sangat berbeda dengan pasangan jarak dekat yang grafiknya cenderung bisa diprediksi juga cenderung ‘stabil’.

Pada pasangan LDR, naik turunya grafik bisa dipengaruhi banyak hal. Misalnya kejutan-kejutan kecil (biasanya berupa paket cinta :P), ataupun pertemuan singkat (namun berkesan :P). Biasanya pasangan LDR setelah mengalami hal-hal itu, grafik ‘kehangatan hubungan’ akan naik. Nah, seandainya lama tidak jumpa dan dalam rentang waktu itu tidak ada ‘bumbu’, pelan-pelan grafik ‘kehangatan hubungan’ menurun. Itu berdasarkan apa yang kulihat (juga kualami) sih..😆

Sepertinya ini bisa dijadikan riset deh kalau mau diseriusin😆 Riset untuk meramalkan keadaan hubungan suatu pasangan *ngakak menggelundung* Soalnya bukan apa-apa, kadang pasangan yang menjalani hubungan itu sendiri tidak menyadari perubahan yang terjadi pada hubungannya.Tidak sadar pelann-pelan hubungan yang dijalani menjadi hambar. Justru yang seperti ini kan yang bikin kemungkinan kandasnya suatu hubungan semakin besar. Seandainya mereka bisa mengukur tingkat ‘pasang-surut’ dalam hubungan yang mereka jalani, dan mengatasinya bersama, kemungkinan untuk kandas sepertinya bisa ‘ditekan’😎

Nah, jadi apakah ada yang mau melakukan riset lebih mendalam atas hipotesaku ini?😆

4 thoughts on “Mengetahui ‘pasang-surut’ Hubungan Suatu Pasangan

  1. Saya kerjanya di rumah dan istri pun di rumah. Meski pun tidak lagi menye-menye di facebook, tapi kadang masih suka mention di fb atau twitter. Bahkan sering kami online sebelahan tapi untuk lucu-lucuan saya message dia😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s