Alhamdulillah.. Utih Kami Masih Diberi Umur ^^

Rasanya antara percaya gak percaya Utih akhirnya bisa sembuh. Waktu itu sakitnya tiba-tiba banget, kondisinya ngedrop drastis dengan cepat.Terus, tiba-tiba sembuh. Bener-bener alhamdulillah bangeeetttt.. ^^

Semua berawal pada tanggal 26 Desember 2011. Tepat 2 tahun kedatangan Utih di rumah (waktu itu dia dateng ngelonong masuk sendiri ke rumah😆 ) Aku lagi ngobrol-ngobrol sama mama, tentang Utih yang udah 2 tahun. Utih emang peka kalo lagi diomongin, suka nyaut walau dia lagi gak di deket kita. Waktu itu juga gitu, dia nyaut, mengeong. Tapi suaranya aneh. Aku & ibuku mikir dia lagi kumat mengeluarkan suara anehnya. Utih emang suka gitu, kadang ngeong-nya aneh. Bahkan kadang terdengar seperti mengucapkan kata-kata dalam bahasa manusia😆

Aku dan ibuku sambil tertawa, nyari ke sumber suara. Kami memang suka gitu, kalau Utih mengeluarkan suara mengeong, suka menghampiri dia & cari tau apa yang bikin dia mengeong aneh gitu. Nah, waktu itu kami yang tertawa langsung berubah panik. Soalnya Utih beda dari biasanya. Nafasnya memburu. Kalau manusia sih seperti ngos-ngosan abis lari jauh. Kami pikir keracunan sesuatu, jadi langsung dikasi susu. Waktu itu sekitar jam 3 sore. Sampai maghrib kondisinya masih tetap seperti itu, belum ada tanda-tanda membaik, yang ada Utih semakin tampak payah, kelelahan. Kami pikir, kalau besok masih seperti itu, bakal di bawa ke dokter.

27 Desember 2011. Kondisi Utih belum membaik. Makan juga Cuma sedikit. Aku & ibuku berencana bakal bawa Utih ke dokter. Sialnya, sewaktu mau di bawa, Utih berada di tempat yang tidak bisa dijangkau. Kami panggil-panggil, dia Cuma noleh dan memberi tatapan sayu. Dia tampak lemaaaaasssss sekali. Aku sampai gak tega. Gak sadar juga mulai nangis. Udah gitu ditambah agak gerimis pula. Jadi tambah sedih. Sambil nangis, aku manggil-manggil Utih buat menghampiri. Dia Cuma ngeliatin. Bergerak dikit, Cuma buat ganti posisi tidur. Waktu dia ganti posisi itu, ya ampuuunnnn… Keliatannya bener-bener gak ada tenaga sekali.😦

Sekitar jam 8 malam, akhirnya dia keluar. Jam segitu sudah terlambat untuk ke dokter😦 Tapi aku ma ibuku berusaha jaga asupan makan untuk Utih. Jadi ibuku ngasi susu, madu, air pakai spet (suntikan yang jarumnya udah dibuang). Selain itu sepertinya tidak ada lagi yang dia konsumsi.

28 Desember 2011. Alhamdulillah Utih berhasil kami bawa ke dokter. Dokter memeriksa keadaan Utih, keliatannya agak bingung juga. Tapi setelah ditekan-tekan daerah perut, dokter menyimpulkan ada pembengkakan di saluran cernanya. Kemungkinan karena dia gak bisa BAB. Akhirnya Utih disuntik + obat juga untuk diminum di rumah. Dokter juga ngajarin gimana cara nyuapin Utih supaya ada makanan yang masuk ke tubuhnya, gak Cuma cairan yang kami kasi lewat spet. Kata dokter, kalau belum ada tanda-tanda membaik, hari jumat dibawa lagi aja ke dokter.

30 Desember 2011. Utih kami bawa ke dokter lagi. Kondisinya belum juga membaik. Dia masih belum bisa BAB, tidak ada nafsu makan, dan nafasnya masih memburu. Dokter tampak bingung. Dia memperkirakan Utih makan sesuatu yang seharusnya tidak dia makan. Seperti plastik misalnya. Dokter bilang, banyak kasus seperti itu pada hewan peliharaan yang dibiarkan berkeliaran. Bahkan pernah ada kasus seperti Utih (tidak bisa BAB) pada seekor anjing besar(aku lupa jenis apa). Setelah di rontgen, ternyata di perutnya ada sandal >.< Dokter menyarankan, kalau sampai besok pagi Utih belum BAB juga, coba dikasi Dulcolax.

31 Desember 2011. Kami gak sadar persediaan makan Utih sudah menipis (selama sakit Utih makan makanan basah dari Whiskas dan dia sukanya yang tuna) Jadi hari itu aku ke pet shop. Kebetulan tempat praktek dokter-nya Utih satu lokasi sama pet shop. Ibuku pengen konsultasi sama dokter lagi. Soalnya Utih belum ada tanda-tanda membaik & mau BAB, padahal sdh dikasi Dulcolax (Waktu itu Cuma mau konsul aja, jadi Utih gak dibawa). Kondisi Utih payah banget. Hidungnya tampak agak ungu. Kami juga membicarakan berbagai kemungkinan tentang si Utih. Aku sampai nangis ngomonginnya. “Apa mungkin Utih bisa bertahan dok? T_T” Heuuu.. malu.. nangis di depan dokternya Utih. Tapi dokternya baik, tampak bersimpati gitu. Dan jawabannya cukup menenangkan. Intinya sih ya dicoba dulu aja, masih ada harapan koq. Dokter mengakui agak kesulitan memberi diagnosa penyakit Utih karena keterbatasan sarana di Lombok. Dokter bilang, seharusnya Utih di rontgen & darahnya diperiksa ke Lab. Terutama untuk gangguan pernafasannya itu. Tapi dokter kembali memberi saran, seandainya besok pagi belum BAB juga, coba dikasi sabun. Dokternya juga bilang, misal ada apa-apa, bisa langsung menghubungi dia. Deuuuuuhhhh… ini dokter bener-bener baik banget. Dari dulu gak berubah. Bahkan dulu, minggu-minggu nyuruh kucingku dibawa ke tempat prakteknya, gara-gara jahitan di perutnya terbuka. Padahal kan hari libur & dokternya juga seharusnya libur gitu *cetarrrr!! OOT! Bagian ini diceritain lain kali aja*

1 Januari 2012. Mungkin sebagian orang masih mengharu biru menyambut tahun baru. Tidak denganku dan keluargaku. Utih belum juga membaik, tapi nafsu makan sudah mulai muncul. Akhirnya seperti kata dokter, Utih dikasi sabun (duburnya dimasukin sabun) Ya Allaaaahhhhh… bener-bener gak tega ngeliatnya! Jadinya aku megangin Utih sambil nangis. Ibuku yang berjuang masukin sabun ke duburnya. Dengan nafas memburu/terengah-engah, Utih yang masih lemas, ribut ngeong-ngeong, sambil meronta-meronta😦

Gak berapa lama setelah dimasukin sabun, Utih langsung garuk-garuk tanah. Yep! Dia BAB ^^ Tapi BABnya Cuma sedikit. Yang keluar Cuma seruas jari kelingking. Tapi kerasnya seperti batu! Kami kira dia bakal BAB lagi. Sampai sore, kami tunggu-tunggu, tapi Utih diem aja. Akhirnya SMS dokter, apa perlu dimasukin sabun lagi? Soalnya kan yang baru keluar sedikit gitu. Kata dokter gak usah, yang penting sdh ada yang keluar. Tapi ternyata, malam hari mungkin sekitar jam 8, Utih BAB lagi, kali ini lebih banyak dari pada yang pagi hari. Tapi sama aja keras. Setelah BAB, sepertinya Utih lebih segar. Enak kali ya udah berhasil keluar😆 Sayangnya, tidak ada perubahan dengan nafasnya yang memburu, terengah-engah.

2 Januari 2012. Mama pengen ikut aku ke pet shop buat konsul lagi sama dokter mengenai nafas Utih yang terengah-engah. Entah kenapa, aku merasa dokternya agak hati-hati menyarankan untuk di rontgen. Setelah melihat kami ‘welcome’ untuk melakukan rontgen, dokternya baru kelihatan seperti biasa lagi (ini sih perasaanku aja kali ya). Di Lombok belum ada rumah sakit hewan atau hal-hal lain yang memang dikhususkan untuk hewan. Jadi untuk rontgen-pun, diarahkannya ke tempat rontgen manusia. Kata dokter, kalau kucing bisa langsung di bawa ke tempat rontgen-nya. Yang penting bawa surat pengantar yang dikasi. Kalau anjing, itu baru khusus. Harus janjian dulu dan biasanya diluar jam kerja. Jadi seperti ngumpet-ngumpet dari manusia lain gitu deh:mrgreen:

Utih ngerasa badannya udah mulai enak. Dengan santainya dia keluyuran ke luar! Padahal kan belum sembuh benar. Pppffftttt…

3 Januari 2012. Ternyata Utih masih seperti biasa, ingat waktu. Setelah subuh dia pulang. Rasanya lega banget ngeliat dia masih baik-baik aja. Khawatirnya kan dia brantem >.< Hari ini sebenarnya mau survey lokasi tempat rontgen untuk Utih. Tapi hujan turun lebat sekali. Jadi batal deh. Agak malam hujan mulai reda, daaaaannnn…. Utih pergi lagi!!!!

4 Januari 2012 – 5 Januari 2012. Kami sudah tau lokasi tempat rontgen. Tapi Utih belum pulang juga sejak malam 3 Januari 2012. Kami sudah (berusaha) pasrah, ikhlas. Kami rasa utih gak akan sanggup pulang. Kondisinya masih payah. Ah, mengenang hari Utih gak pulang ini masih bikin aku mau nangis aja. Waktu itu aku ngebayangin dia gak makan, mungkin ditendang2 orang, digebuk, dihindari karena tampak akan mati. Utih, yang dulunya ganteng, kesayangan semua orang, wujudnya gak dikenal lagi. Whuaaaa… sedih banget. Mungkin karena terlalu sedih ini juga aku ma ibuku bahkan berhalusinasi seperti mendengar seperti mendengar suara Utih. Padahal ternyata gak ada. Duh, pokoknya sedih banget. Bayangin aja makhluk hidup yang selalu ada menemani kita, kita elus, panggil-panggil, berbagi cerita, makan, tau-tau gak ada lagi. Rasanya kosong, hampa. Kondisi ini juga bikin aku lebih sensitif. Bahkan sampai bertengkar dengan pacar. Sekarang kalau dipikir-pikir & ingat-ingat lagi, sepertinya aku lebay banget😆

6 Januari 2012. Selepas sholat subuh, di depan rumah terdengar suar kucing mengeong-ngeong. Kami sekeluarga langsung menghambur keluar. Kami tau, itu Utih! Waktu itu gerimis-gerimis pula. Kedatangan Utih jadi terasa semakin dramatis. Udah gitu jalannya tertatih-tatih, nafas putus-putus. Hwuft.. tidak perlu ditanya bagaimana kondisi Utih. Benar-benar mengenaskan! Badannya kuruuuuuusssss… tulangnya sampai nonjol-nonjol keluar. Bibir, lidah, hidung dan bagian tubuh lainnya berwarna ungu! Warna ungu terlihat paling jelas di bibir lidah & hidungnya. Gila! Langsung nangis liatnya. Kasia bangeeeettt.. Utih, yang tadinya segar, putih, bersih, gendut, sekarang jadi seperti itu😦

Orang tuaku memintaku untuk mengikhlaskan Utih. Utih tampak sudah tidak ada harapan untuk hidup. Bahkan untuk loncat masuk ke kardus yang tingginya tidak sampai 30cm aja dia kesulitan! Orang tuaku berkali-kali bilang, “Udah kak, ikhlasin aja si Utih. Kasian juga kalau dia dibawa ke dokter lagi. Kan dia gak suka, nanti dia ribut & meronta-ronta, malah makin capek dianya” Yah, kupikir benar juga. Apa salahnya menyenangkan Utih di saat-saat terakhirnya. Tidur di tempat yang nyaman, mendapat curahan kasih sayang yang penuh. Jadi sudah diputuskan, Utih tidak akan di rontgen & dibawa ke dokter lagi. Utih akan dibiarkan apa adanya menjalani hari-hari terakhirnya. Awalnya kami berpikir seperti itu.

7 Januari 2012. Entah apa yang merasuki papaku. Papa memutuskan untuk mencari kelapa hijau untuk Utih. Papa bilang, coba kasi Utih air kelapa hijau, ini ikhtiar terakhir. Aku sama ibuku agak sangsi. Soalnya dokter aja kan sepertinya kesulitan gitu nanganin si Utih. Masa ini mau dikasi air kelapa hijau. Tapi papa bilang gini “Udah coba aja dulu, dengan ijin Allah semuanya kan mungkin. Berdo’a aja” Yah, sambil merasa sedikit sangsi, sore itu Utih dikasi air kelapa hijau (lewat spet tentunya. Soalnya Utih kembali gak mau makan-minum) Kalau gak salah sore itu ibuku ngasi 3 spet penuh air kelapa hijau. Berarti sekitar 30cc. Terus Utih disuapin makan.

8 Januari 2012. Jeng! Jeng! Kuasa Tuhan emang tidak terbatas. Dokter yang kelihatan kewalahan, tapi hanya dengan air kelapa hijau, Utih kesehatannya membaik dengan sangat cepat! Hidungnya mulai memerah. Dan pagi itu, dia menghabiskan 2 sachet Whiskas! Subhanallah.. Nafsu makan Utih benar-benar mulai muncul. Utih juga mulai tampak sedikit lebih segar. Dia juga mulai mau bersosialisasi. Menghampiri kami, tidur-tiduran di dekat kami. Air kelapa hijaunya tetap dikasi.

9 Januari 2012. Lidah Utih masih ungu, tapi mulai memerah. Kondisi Utih benar-benar naik drastis! Kami bahagia! Air kelapa hijau terus dikasi.

10 Januari 2012. Rasanya baru kali ini benar-benar bahagia ngeliat Utih nguap lebar-lebar dan melihat lidahnya yang merah! Nafasnya juga sudah mulai normal. Dia juga sudah mulai nakal lagi.😆 Air kelapa ijo mulai dikurangi pemberiannya.

11 Januari 2012. Nafas Utih masih sedikit memburu, suara mengeong masih terputus. Tapi frekwensinya jauh menurun. Alias nafas memburunya Cuma kadang-kadang muncul. Air kelapa hijau sudah berhenti diberikan. Kami yakin kucing juga memiliki sistem pertahanan tubuh yang kuat & jauh lebih baik😛

12 Januari 2012. Nafas Utih semakin normal, dan dia tampak semakin segar. Mulai bisa berlari-lari kecil ^^

13 Januari 2012. “Mama, Utih ini beneran sudah sembuh ya ma? Rasanya gak percaya.. hehehe” || ” Iya kak, mama juga rasanya gak percaya. Alhamdulillah banget ya… ”

14 Januari 2012. Kalau diturutin, Utih bisa makan sampai lebih 10 mangkuk! Nafsu makannya benar-benar gilaaaaa…😆 Tapi sepertinya wajar. Soalnya kan hampir 3 minggu ini dia gak enak makan. Badannya juga jadi kurus banget. Sekarng udh mulai gemuk, tapi tetap saja di sana-sini tulangnya masih tampak menonjol.

Ya Allah.. kami bahagia sekali.. terima kasih atas kesembuhan & umur panjang yang diberikan untuk Utih.

*PS: sampai hari ini nafsu makan Utih masih menggila. Kurasa dia benar-benar serius mau mengembalikan bentuk tubuhnya yang dulu😆

2 thoughts on “Alhamdulillah.. Utih Kami Masih Diberi Umur ^^

  1. I visited various web sites except the audio feature for audio songs existing at this site is
    actually fabulous.

  2. wah kucing saya juga sakit dan gejalanya sama bgt kayak utih….kayaknya saya harus coba air kelapa hijau yaaaa… doain ya semoga kucing saya sembuh..😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s