Selintas Tentang Bandara Internasional Lombok

Sabtu kemarin adalah kali pertamaku mendarat di Bandara Internasional Lombok (BIL) pada malam hari. Sebelumnya, di bulan Oktober,  aku terbang & mendarat hanya di siang hari.

Awalnya agak horor juga mau mendarat malam di BIL. Soalnya sewaktu ke BIL di bulan Oktober, akses jalan menuju BIL masih belum selesai. Jalan raya masih ‘dibangun’. Lampu penerang jalan juga belum terpasang di sepanjang jalan.

Tapi waktu hari kamis kemarin menuju BIL, aku bengong. Itu jalan raya udah jadi aja gitu. Lampu penerang jalan juga tampak telah terpasang di sepanjang jalan (walau aku masih ragu, itu semuanya bisa berfungsi gak ya?😆 )

Menurutku itu suatu prestasi. Dalam waktu (kurang) dari 3 bulan, akses jalan menuju BIL sudah terbangun baik. Jalan sudah teraspal, lampu penerang sudah berdiri, dan sejumlah pohon juga sudah tampak berdiri (sebelumnya gersang banget bo’!). Coba kalau dibandingkan dengan akses jalan menuju Suramadu. Untuk selesai butuh waktu beberapa semester >.< Padahal panjang jalannya lebih panjang jalan yang menuju BIL ketimbang akses jalan menuju Suramadu lho..

Sabtu malam (menjelang tengah malam!) saat mendarat di BIL, lagi-lagi aku terkejut. Kupikir bandara bakal sepi dari penjual dan penonton. Ternyata, sama saja!😆 Papa bilang, mereka menunggu hingga pesawat terakhir di hari itu mendarat (kebetulan waktu itu pesawat yang kutumpangi adalah pesawat terakhir)

Sepanjang jalan dari BIL ke rumah, lagi-lagi aku bengong. Itu lampu-lampu jalan ternyata nyala semuaaaaa…😆 Kirain yang nyala cuma beberapa aja :mrgrren:

Walau sempat dikejutkan dengan beberapa hal keci, aku masih menemukan beberapa kekurangan di BIL dan jalan yang mengaksesnya. Misalnya aja di area parkir. Di area parkir tidak ada tanda yang menunjukkan jalan masuk/keluar. Jadi agak bingung. Kadang kala mobil yang mau masuk parkir, harus ‘berhadap-hadapan’ sama mobil yang mau keluar. >.<

Selain itu, penunjuk jalan di sepanjang jalan menuju BIL terlalu kecil dan kurang penerangan. Jadinya sedikit menyulitkan bagi yang berkendara di malam hari dan belum biasa melewati jalur itu. Waktu itu aja aku & papaku tiap nemu persimpangan, jadi ngarahin mobil ke penunjuk jalannya dulu biar petunjuknya jelas terbaca:mrgreen:

Yah, semoga aja semakin hari, BIL bisa semakin layak menyandang namanya, Bandara International Lombok😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s