Tentang Saya dan Tuhan.

Tuhan terasa lebih lembut, dalam kesedihan. ― @kebunsalju

Saya malu. Tuhan selalu datang untuk menarik, memeluk, melindungi dan mengobati saya dari keterpurukan. Ketika saya merasa cukup kuat, saya dengan sendirinya akan berlari, melepaskan diri dari pelukanNya.  Sesekali saya akan menemuiNya untuk berterima kasih. Itupun kalau saya ingat.

Kadang, saya juga mengunjungiNya dengan marah-marah. Tapi Tuhan hanya diam. Hingga saya kesal sendiri dan kembali meninggalkanNya. Namun setelah beberapa saat, akhirnya saya bisa menemukan maksud tersembunyi Tuhan. Biasanya dengan malu-malu saya akan kembali menemuiNya dan meminta maaf. Tuhan Maha Pemaaf, saya dimaafkan.

Kadang, saya pergi dariNya terlalu jauh, terlalu lama. Tuhan akan memanggil saya dengan sedikit teguran untuk kembali kepadaNya. Saya, dengan sedikit malu, sedikit kesal, sedikit rindu, akhirnya menemuiNya. Kami-pun berdamai.

Suatu kali, saya (tanpa sengaja) menduakanNya. Saya jatuh terlalu dalam mencinta salah satu Maha Karya-Nya, manusia. Tuhan marah, dan menampar hati saya hingga berbalik. Namun kemudian Tuhan mendapati saya sangat kesakitan, maka Tuhan segera datang, dan lagi-lagi, melindungi saya, mengobati luka-luka saya. Selain itu, Tuhan masih mau mendengarkan cerita-cerita saya, kesedihan-kesedihan saya. Padahal saya sudah menduakanNya. Saya.. Malu sekali.

Tuhan memang benar-benar Maha Baik, Maha Lembut. Tidak peduli bagaimana kesalahan yang telah saya buat, bagaimana sangat menyebalkannya saya, Tuhan tetap selalu mau menerima dan melindungi saya :’)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s