Suamiku, menurut Kaca Mata Baruku

The art of getting lost..

A photo posted by imamiuw (@imamiuw) on

Catatan: Postinganku kali ini raasanya sedikit mengandung hal-hal yang agak jorok/kotor. Jadi kalo nggak kuat buru ditutup aja deh😈

Pertama kenal suami tuh taun 2008. Setelah kenal, baru nyadar ternyata waktu taun 2004, sewaktu kuliah semester awal, pernah 1 kelas. Selain itu, ternyata dia sering wara wiri lewat depan kosku. Sewaktu pergantian taun ke 2008pun, ternyata kami berada di tempat yang sama dan duduk bersebelahan meja. Jadi ternyata tanpa sadar kami sudah sering berpapasan, bertemu. Tapi nggak kenal😆

Singkatnya, nggak berapa lama setelah kenal, kami pacaran *lope-lope di udara*. Setelah 5 taun pacaran (sempet putus), akhirnya kami menikah. Hihihi.. Lucu ya cara kerja Tuhan?:mrgreen:

Sejak awal kenal, aku memandang suamiku sebagai sosok pekerja keras, penyabar (soalnya kuat & betah-betah aja sih ngadepin kelakuanku😆 ) bertangggung jawab, bisa diandalkan, bisa dipercaya, enak diajak ngobrol, dsb (ngga usah dirincilah.. Ntar orangnya bisa besar kepala kalo baca😛 ). Yah, intinya aku anggap dia seperti sahabat gitu deh.. Tapi sahabat spesial-istimewa jadi pastinya ada poin lebih yang bersedia kuberikan untuknya (hatiku misalnya *eaaa😆 )

Tapi, cara pandangku sedikit berubah gara-gara pengalaman pendarahan kemarin yang sampai mengharuskanku istirahat total & masuk rumah sakit. Iya, dari awal aku tau dia bertanggung jawab, dsb. Tapi pengalaman kemarin ini meninggalkan kesan yang lebih mendalam lagi. Rasanya segala perasaan dan cara pandangku tentang segala kebaikannya naik berkali-kali lipat sampai level maksimum.

I am feeling blessed.. To have him & being loved.. :3

Super duper terharu & bersyukur banget punya suami yg bersedia tidur-tidur malamnya terganggu, memastikan kebutuhan & kenyamananku dari ujung kaki sampe ujung rambut terpenuhi. Dan itu semua dilakukan dengan ekspresi penuh sayang & perhatian tanpa pernah sedikitpun menunjukkan rasa jijik.. Aku bener2 dibikin meleleh.. *masuk freezer*

Hal-hal yang dia lakukan kemarin rasanya benar-benar meruntuhkan tembok kesombonganku. Aku dibuat sadar juga malu. Sebelumnya tidak pernah terbayang aku akan berada dalam kondisi sepayah itu. Mau pipis aja nggak bisa, dan yang bantu aku melakukan itu adalah suamiku. Malu sekaligus terharu liat suami bersedia membantu bahkan sampai membersihkan bagian-bagian tubuhku yang kotor. Mijitin bagian-bagian tubuhku yang terasa kaku, tidur malamnya terganggu dengan rengekanku yang kehausanlah, pengen pipislah, badan sakitlah, dsb. Aku nggak nyangka aku bakal sebergantung itu pada suamiku.

Aku jadi mikir segala kelakuanku sebelum ini. Rasanya aku jadi istri nggak ada baik-baiknya deh.. Banyak dosanya, banyak durhakanya. Sering banget ngelawan kata suami. Kalo dipikir-pikir juga mungkin aku masuk RS kemarin tuh karena bandel nggak nurut sama suami😥

Aku jadi ingat.. Beberapa waktu lalu pas mantengin timeline fesbuk, liat salah seorang senior waktu kuliah mosting gambar yang intinya bilang suami nggak bakal tega nyakitin istri kalo tau gimana penderitaan istri saat melahirkan. Terus seniorku itu berkomentar gini

Andai istri tahu betapa beratnya suami melihat istrinya menahan sakitnya melahirkan anak namun tidak bisa berbuat banyak, pasti tidak akan sanggup menyakiti hati suaminya.

After the labor pain you can sleep as long as you feel comfortable to… your husband? He takes care of the hospital bill, the baby’s room, talk to the doctor, to the nurse, collect your dirty laundry, clean up the house, make sure you got good food, make sure you’re ok, make sure the baby’s ok, and think about the baby’s school tuition in the next day.

You dont need labor pain as an excuse to be understood. Families respect and love each other unconditionally.

Heuheuheu.. Iya setuju banget sama pendapat seniorku itu.. Sekarang aja aku gini udah kasian sama suamiku. Dianya nggak ada yang ngurusin. Apa-apa ngerjain sendiri, malah ditambah ngurusin aku juga.. Hehehe.. Semoga keadaan ini cepat membaik dan aku bisa balas semua kebaikan suamiku tersayang.. Uwuwuuwuww.. I love you so much, my dear husband.. *ketjup batsah*

3 thoughts on “Suamiku, menurut Kaca Mata Baruku

  1. semoga segera sehat dan teteup sehat terus dedek dan bundanya sampe lahiran yaa mbaakk…
    mas akainya juga semoga sehat terus yaaa😀
    pengen nengokin euy… semoga kapan2 bisa nengokin ke lombok ya ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s