Home Schooling (HS) atau Sekolah Biasa Aja ya?

image

Heum.. Enaknya sekolah di mana ya?

Warning: Tulisannya agak panjang dan seperti biasa, nggak jelas 😂 Kalo lagi sibuk, skip aja.. Kalo kenganguran, silahkan mampir 😜

Heummm.. Biasa deh aku mah.. Kalo mikir suka kejauhaaann.. Dari anak belum lahir, udah setres mikir gimana nanti pendidikannya.. 😂

Apalagi sekarang banyak banget kan berita-berita yang bikin merinding.. Masalah bullying-lah, pelecehan seksuallah, narkobalah, dsb dsb.. Sebut deh sebuuuttt.. Banyaaaakkk banget berita yang bikin ilang rasa percaya sama lembaga pendidikan.. 😱:'(

Home schooling-pun sepertinya jadi naik daun gara2 lembaga pendidikan mulai tidak dipercaya ya? 😁

Aku sendiri pertama kenal istilah home schooling seingatku gara2 baca kisah hidup Thomas Alva Edison. Udah lama banget. Pas SD sepertinya. Dulu jadinya cuma sekedar tertarik dan yaudah, gitu aja. Berhenti sampai situ.

Sejak hamil, baru deh ngegali sedikit lebih jauh ttg HS. Untung jaman sekarang informasi lebih mudah didapat ya? Hehehe.. Coba jaman dulu.. 😁

Ditengah mempelajari HS, aku bikin sederet pertanyaan utk diriku sendiri, seperti, apa sih yg kuharapkan dari anakku? Aku pengen dia jadi spt apa? Apa aku sanggup menyusun kurikulum utk ‘membentuk’ anakku spt yg kuharapkan? Dst dst…

Jawaban dari pertanyaan2ku itu, kurasa sebagian besar tidak bisa dipenuhi dengan HS. Sempat kepikiran utk HS yg dalam naungan suatu lembaga (menurutku jadi spt sekolah jarak jauh/e-school/e-learning), tapi menurutku juga masih belum bisa terpenuhi.

Selanjutnya kutanya lagi diriku sendiri, kenapa sih aku sampe kepikiran utk me-HS-kan anakku?

Ternyata jawabanku cuma 1, takut sama pergaulannya! Well, ada hal lain juga sih.. Tapi yang dominan, masalah pergaulannya aja.

Kemudian kupikir-pikir lagi, rasanya kurang bijak kalau aku memilih HS HANYA karena masalah pergaulan. Koq aku seperti ‘menutup’ anakku utk tidak melihat kenyataan. Aku merasa over protektif. Padahal namanya lingkungan nggak selamanya ideal. Apalagi di lingkunganku masih ada pilihan sekolah dengan pergaulan (yang tampak) sehat.

Seandainya sekolah di lingkunganku pergaulannya, moralnya, benar2 bobrok dan tidak ada pilihan sekolah lain, baru aku bakal lakukan HS.

Jadi sekarang (saat ini) urutan prioritasku, cari sekolah biasa dulu dgn sejumlah syarat, spt pergaulannya oke, sistem pengajaran oke, dan anakku bisa cocok dengam sistem yg diterapkan di sekolah. Kalau sebagian besar syarat tidak bisa terpenuhi, aku baru akan lakukan HS..

Hehehe.. Iya, gara2 kebanyakan baca berita, sempat takut banget & hampir hilang harapan sama sekolah umum biasa  . Tapi setelah analisa SWOT dan memperhatikan lingkungan sekitar, jadi lbh terbuka lagi.

Selain itu, utk masalah pergaulan.. Kalau aku takut anakku terpengaruh sama lingkungan yg nggak oke, berarti kan aku harus “nyemplungin” atau paling nggak nyiptain lingkungan yg oke kan ya utk tumbuh kembangnya. Lagian secara logika, harusnya aku, sebagai orang tuanya, membawa pengaruh yg sangat besar bagi anakku.

Gimana nggak? Kan dia udah bareng sama aku sejak di dalam perut. Terus sudah menghabiskan 1tahun pertamanya bersamaku dan semoga tahun2 selanjutnya masih bisa bersama-sama. Berarti sebagian besar waktu anakku dihabiskan bersamaku kan?

Oleh karena itu, utk mengatasi pengaruh kurang baik dari pergaulan di luar liangkungan keluarga, aku pengen bisa jadi orang tua yang dekat dgn anakku. Aku pengen jadi sahabat anakku, jadi orang yg paling dipercaya anakku. Aku pengen bisa memberi pengaruh baik utk anakku. Kuharap anakku nanti bisa tumbuh sebagai manusia yg berpegang teguh pada prinsip. Nggak mudah terpengaruh hal-hal buruk.

Nah ini jadi PRku juga. Kalau mau anakku baik, aku juga harus jadi orang tua yg baik. InsyaAllah masih dan akan terus belajar.. Hehe..

Semoga aku bisa jadi orang tua yg baik dan keren di mata anakku dan teman-temannya. Hahaha..

Oya, kembali ke masalah sekolah, pikiranku ini udah kejauhan deh sepertinya. Aku udah ngebayangin anakku TK-SD di sekolah alam, SMP di salah satu SMP negeri favorit di sini. Utk SMA, aku pengennya dia ‘keluar’ dari rumah. Pengen dia masuk boarding school. Saat ini sih pengennya masuk Insan Cendekia. Tapi kalau dia pengen masuk SMK pengennya masuk SMK pembangunan yang di Bandung. Yang sekolahnya 4 tahun itu lho.. Utk kuliah sih terserah mau kemana dan di mana. Tapi harapanku sih nggak langsung kuliah. Lulus SMA maunya dia keliling dunia dulu setahun. Backpacker. Biar tau kenyataan dunia seperti apa. Jadi kalau kuliah bisa fokus.

Whuaaahhh.. Itu bayangan idealku sih yaaa.. Nantinya gimana ya menyesuaikan keinginan anakku dan kemampuan juga. Misal utk sekolah alam. Haduh.. Aku dari sekarang udah cari alternatif lain. Soalnya biayanya lumayan. Lokasinya juga lumayan jauh. Percuma kan kalo anakku sekolah tapi udah capek duluan di jalan? Nggak bakal bisa nyerap informasi dengan maksimal.

Ya ampun tulisan nggak jelasku ini koq udah panjang aja ya.. Agak berat lagi.. Pantes jadi lapar 😂

Intinya sih.. Saat ini aku prioritas cari sekolah umum biasa dulu, tapi aku ttp terbuka dengan opsi home schooling. Yakali ada sekolah yang nggak sanggup ngadepin anakku atau anakku tidak bisa menyesuaikan diri dengan sistem yg diterapkan.. Hehe..

Yah, pada dasarnya siihhh.. Tiap orang tua akan berusaha memberi yg terbaik utk anaknya. Akupun salah satunya..😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s