Maksudnya sih perhatian.. Tapiii..

Aku dari dulu suka memperhatikan hal-hal kecil dari orang yang kutemui. Dan kalau kutanyakan hal-hal kecil tersebut, seringkali orang yang kutanya kaget. Entah kaget karena merasa kuperhatikan, atau merasa tertekan dengan pertanyaanku.

Kekuatan mental orang beda-beda.

Aku baru sadar kalo ada beberapa pertanyaan yang dimaksudkan memberi perhatian tapi malah bikin stress sewaktu akhir kuliah.

Pertanyaan seperti “Gimana Tugas Akhirnya (TA)?” beneran bikin setereeessss.. Hahaha.. Dulu pas belum bikin TA, suka nanya gitu juga ke yang lagi bikin TA. Tapi begitu lagi bikin TA, baru sadar kalau itu pertanyaan yg amat sangat sensitif! 😂

Lulus kuliah, pertanyaan sensitif lainnya adalah “Sekarang kerja di mana?” “Kapan nikah?” “Kapan punya anak?” dst, dst, dst nggak abis-abis.. 😂

Setelah menjalani beberapa fase itu, aku jadi bisa maklum kalo yang nanya belum pernah mengalami fase itu. Hehehe.. Mungkin maksudnya perhatian.. Tapi kalo yang nanya orang yg sdh mengalami, udah gitu seperti menghakimi, rasanya pengen nujes-nujes.. Bantu doa ajalah daripada nanya-nanya dan tidak memberi solusi pula.

Ah random amat sih ini post..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s