DHUAR! Kesandung tantrum!

If i can’t be a perfect mother, i’ll be a good mother. At least i tried.

Beberapa hari ini, bukan hari yang mudah. Bos kecil, lagi hobi marah-marah. Kalau keinginannya tidak segera dipenuhi atau malah tidak terpenuhi, langsung marah-marah. Sulit sekali dialihkan. Dialihkan malah tambah marah. Teriak, jerit-jerit, gebrak gebruk, lempar barang. Dan kalau sudah frustasi banget, dapet bonus air mata. Nangis sambil jerit2. Tantrum, tampaknya.

Gustiiiiiii… Stress rasanya hampir tiap saat denger suara jeritan. Minta ini, minta itu. Parahnya, seringkali keinginan bos kecil sulit dipahami. Nggak tau maunya apa. Bos kecil frustasi, mamapun ikut frustasi. DHUAR!

Oh, is it that ‘terrible’ phase?

Pernah baca, memasuki usia todler kemungkinan si bocah bakalan ngelempar tantrum. Egois. Marah-marah. Blahnlahnlah.. Konon sebabnya karena ia menginginkan sesuatu, namun karena terbatas kemampuan bicara, dan krn itu keinginannya sulit dipahami, jadi sulit terpenuhi, kemudian DHUAR! Terbitlah tantrum.

Sabar.. Sabar.. Sabar.. Berusaha inget anak adalah amanah, bekal akhirat blablabla.. Yah teorinya sih begitu ya.. TAPI YANG NAMANYA KESEL MAH TETEP AJA KESEL!

I know, i’m far from ‘a perfect mother’ image..

I tried not to yell, but i failed.. Astaghfirullah.. Sabar.. Udah beberapa kali kelepasan (nggak) sengaja ngebentak. Duh, rasanya nyesel banget. Dari awal nikah, mikir nggak mau bentak, marah-marah anak. Tapi baru gini aja udah kelepasan. Padahal kalo dipikir-pikir, bos kecil kan nggak salah. Dia cuma kesulitan mengungkapkan maunya apa dan mungkin juga dia bingung dengan apa yang sedang dirasakannya..

Pyaaarrr.. Kecipak kecipuk 💦💦💦💦 *abaikan

Berusaha nggak bentak, berusaha nahan diri. Jadi kalo aku udah kesal sama bos kecil, berusaha cuek. Mikir yang lain. Tapi dicuekin juga bos kecil rewelnya jadi berkepanjangan. Kemudian ayahnya ikutan kesal..

DHUAR! Anak kesal, mama kesal, ayahpun kesal..

Bhaaayy.. Bubaaaarrrr…

Alhamdulillah ya.. Ketika perasaan udah nggak karuan, pikiran masih jalan. Masih waras.. Dalam hal ini ayahnya yg telah berperan penting. Ayahnya yg ambil alih.. Berusaha nenangin bos kecil. Sementara mamanya cooling down.. Ntar gantian sama mamanya lagi..

Trus cooling down aku ngapain? Minum, istighfar.. Inget2 anak bekal akhirat. Blablabla. Tapi mungkin krn udh beberapa kali dalam beberapa hari ini, campur shock, tadi malah nangis.. Hahaha.. Dasar aku mah mamah cengeng *self toyor

Whuah! Mari berubah lebih baik! Karena orang tua adalah role model bagi anaknya.. *menyemangati diri sendiri*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s