​Aku, Lebaran, dan Baju Baru

Cerita ini kejadiannya sudah lama sekali.. Beberapa detil bahkan mulai kabur. Jadi diposting aja deh sebagai pengingat, bahwa waktu aku kecil aku pernah begitu keren #plak 😅


Waktu itu aku masih kecil banget, masih tinggal di bandung, di rumah nenek. Menjelang lebaran, seperti biasa… saudara-saudara pada datang berkumpul di rumah nenek, dan sebagaimana yang umum terjadi, lebaran identik dengan baju baru..

Para sepupu yang waktu itu juga masih anak-anak, pada rame saling pamer baju baru. Biasalah ya anak kecil, punya barang baru sukanya pamer. Terus bagaimana denganku?

Waktu itu aku cuma bisa diam dan memandangi para sepupu yang pada pamer baju baru. Soalnya aku nggak punya. Mama yang ngeliat aku diam memandangi para sepupu, memanggilku masuk ke kamar.

“Kak, kakak juga mau punya baju baru ya?”

“Nggak, ma..”  *jawab sambil nunduk*

*kemudian mama memelukku*

“Jujur sama mama, kakak mau ya?”

Aku ingat mataku mulai terasa panas, sambil menahan tangis, akhirnya aku jawab

“Iya..”

Terus mama meluk makin erat.. Dan air matakupun mengalir..

Setelah itu, mama ‘menceramahiku’. Aku sudah lupa detilnya mama ngomong gimana, yang pasti mama memberikan pengertian bahwa di hari lebaran ada yang lebih penting dari sekedar baju baru. Masih ada hal lain yang bisa kusyukuri. Mama juga membesarkan hatiku untuk tetap percaya diri apa adanya..

Belakangan saat bahas kejadian ini lagi sama mama, aku baru tau kalau saat itu papa nguping dari jendela di luar kamar, dan papa nangis denger percakapan kami saat itu. Hehe..

Hhhh.. Melihat diriku di masa lalu, kadang aku merasa seperti melihat orang lain. Mungkin karena kita, manusia, selalu berubah ya? Jadi aku sering memandang diriku di masa lalu sebagai individu yang berbeda.

Selama ini,  dan semoga akan selalu, kejadian ini menjadi pengingatku untuk bisa mengontrol diri.. Mengendalikan hawa nafsu terutama yang berhubungan dengan konsumerisme. Mengingatkan bahwa nggak semua yang kita inginkan harus/perlu terpenuhi.. Dan masih ada hal lain yang harus disyukuri daripada bersedih tidak bisa memiliki sesuatu.

Aku senang sekali pernah mengalami momen seperti itu. Aku juga berterima kasih sekali dulu orang tuaku tidak memaksakan diri untuk membelikan baju. Jujur aja momen ini sangat sangat mengena banget di hati dan ingatanku.

Sekarang, setelah punya anak, akupun berharap nantinya babang bisa menjadi anak yang pengertian dengan orang tuanya. Nggak suka nuntut minta macem2 ke orang tuanya. Aku juga berharap babang bisa percaya diri dan bersyukur dengan apa yang dimilikinya, terhindar dari sifat boros atau berlebihan. Ammiiinnn…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s